
NERS NEWS — Pada hari Senin, 7 September 2026, telah dilaksanakan kegiatan edukasi kesehatan dengan topik “Optimalisasi Pengetahuan Orang Tua tentang Gizi Seimbang untuk Mendukung Tumbuh Kembang Anak melalui Edukasi Isi Piringku” yang dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga dalam rangka kegiatan Keperawatan Kesehatan Komunitas dan Keluarga di wilayah kerja Puskesmas Klampis Ngasem.
Kegiatan dilaksanakan pada pukul 09.00–10.00 WIB bertempat di Balai RW 01 Klampis Ngasem dengan sasaran kegiatan yaitu orang tua yang memiliki anak balita. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai prinsip gizi seimbang, konsep “Isi Piringku”, jenis makanan bergizi, serta penerapannya dalam pemberian makanan sehari-hari untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, simulasi menggunakan media “Isi Piringku”, serta sesi tanya jawab. Materi yang disampaikan meliputi pengertian gizi seimbang, empat pilar gizi seimbang, perbedaan konsep “Empat Sehat Lima Sempurna” dengan “Isi Piringku”, serta pembagian makanan yang terdiri dari makanan pokok, lauk-pauk/protein, sayur, dan buah. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memberikan makanan yang beragam dan seimbang, bukan hanya makanan yang dapat membuat anak cepat kenyang.
Selama kegiatan berlangsung, seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan baik dan berpartisipasi aktif dalam proses edukasi. Peserta memperhatikan materi yang disampaikan, mengikuti simulasi, serta aktif menyampaikan pengalaman dan pertanyaan terkait pemberian makan kepada anak.
Pada sesi diskusi, terdapat salah satu ibu yang menyampaikan permasalahan mengenai pola makan anaknya. Ibu tersebut menjelaskan bahwa anaknya cenderung kurang berselera makan dan lebih menyukai makanan tertentu, terutama mi instan, serta tidak menyukai buah dan sayur. Menanggapi pertanyaan tersebut, pemateri memberikan edukasi bahwa orang tua dapat mencoba mengolah bahan makanan yang kurang disukai anak menjadi bentuk makanan yang lebih menarik dan familiar bagi anak, tanpa menghilangkan nilai gizinya.
Pemateri memberikan beberapa contoh, seperti buah yang dapat diolah menjadi jus, sayuran yang dapat dicampurkan dengan ayam atau bahan protein lainnya kemudian dibuat menjadi nugget homemade, serta kentang yang dapat diolah menjadi stik kentang homemade. Orang tua juga dianjurkan untuk memperkenalkan makanan secara bertahap, memberikan variasi makanan, serta menciptakan suasana makan yang menyenangkan dan tidak memaksa anak. Pendekatan tersebut sejalan dengan materi kegiatan yang menekankan pentingnya keberagaman makanan dan keterlibatan orang tua dalam membentuk kebiasaan makan sehat pada anak.
Kegiatan ditutup dengan penguatan kembali mengenai pentingnya penerapan “Isi Piringku” dalam kehidupan sehari-hari. Peserta diharapkan mampu menerapkan pemberian makanan yang beragam dan seimbang di rumah serta menyesuaikan makanan dengan kebutuhan dan kondisi pertumbuhan anak. Secara keseluruhan, kegiatan berjalan lancar, kondusif, dan interaktif, serta mendapat respons positif dari peserta.
Penulis: Sekar Ayu Cahyani





