
NERS NEWS — Selasa, 8 September 2026, mahasiswa Profesi Ners Universitas Airlangga Kelompok Puskesmas Kalijudan Stase Keperawatan Komunitas dan Keluarga Gelombang 2 (B27) melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan bertajuk “Bunda Cerdas (Bunda Cerdas dalam Nutrisi dan Asupan Sehat)” di Balai RW 07 Kelurahan Dukuh Sutorejo, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan status gizi ibu hamil, ibu menyusui, serta bayi dan balita di wilayah tersebut. Kegiatan dihadiri oleh ibu hamil dan ibu menyusui yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap topik pemenuhan nutrisi dan asupan sehat.
Kegiatan penyuluhan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini diselenggarakan bersamaan dengan kegiatan Posyandu Keluarga, sehingga turut dihadiri oleh kader Kesehatan Surabaya Hebat (KSH), penanggung jawab balita, serta pihak RW setempat. Kolaborasi ini memperkuat sinergi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan kegiatan kesehatan berbasis komunitas.
Latar belakang kegiatan ini berangkat dari hasil survei door to door yang dilakukan mahasiswa di RW 07 Kelurahan Dukuh Sutorejo. Dari 4 ibu hamil yang dikaji, ditemukan 1 ibu hamil (25%) yang tidak rutin mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) dan 1 ibu hamil (25%) mengalami preeklamsia. Sementara itu, dari 36 bayi dan balita yang terdata, sebanyak 8 anak (22,2%) memiliki riwayat gizi kurang atau pernah berada di Bawah Garis Merah (BGM), 8 anak (22,2%) tidak mendapatkan ASI eksklusif, dan 2 anak (5,56%) telah diberikan MPASI sebelum usia 6 bulan. Temuan tersebut menjadi dasar penetapan diagnosis keperawatan komunitas berupa Defisit Kesehatan Komunitas, sekaligus menjadi latar belakang penting diselenggarakannya kegiatan edukasi ini.
Penyuluhan mengangkat tema gizi seimbang bagi ibu hamil dan menyusui, kebutuhan nutrisi dan sumber makanan bergizi, pentingnya konsumsi TTD, serta penerapan konsep “Isi Piringku”. Materi yang disampaikan mencakup pengertian dan manfaat gizi seimbang bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta bayi dan balita, mengingat masa tersebut termasuk dalam periode 1000 Hari Pertama Kehidupan yang sangat menentukan tumbuh kembang anak di masa mendatang.
Dalam sesi ini, Nisa selaku pemateri juga menjelaskan berbagai zat gizi penting serta sumber makanannya, seperti karbohidrat, protein hewani dan nabati, vitamin, mineral, serat, zat besi, asam folat, dan kalsium. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya konsumsi minimal 90 tablet TTD selama kehamilan, cara mengkonsumsi TTD yang tepat yaitu diminum setelah makan malam bersama sumber vitamin C atau protein hewani, serta anjuran untuk tidak mengkonsumsinya bersamaan dengan teh, kopi, atau susu.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada konsep “Isi Piringku” sebagai panduan sederhana dalam menyusun menu makanan sehari-hari yang terdiri atas makanan pokok, lauk pauk, sayur, dan buah dalam porsi yang seimbang. Pemateri turut memaparkan kebiasaan makan sehat yang perlu diterapkan, seperti mengonsumsi makanan beragam dan membatasi gula, garam, serta lemak, sekaligus mengingatkan kebiasaan yang perlu dihindari, seperti sering mengkonsumsi gorengan dan minuman manis.
Rangkaian kegiatan turut dilengkapi dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta, serta skrining antropometri berupa pengukuran berat badan dan tinggi/panjang badan bagi ibu hamil, bayi, dan balita yang hadir. Media edukasi yang digunakan meliputi tayangan presentasi (PPT) serta leaflet berisi informasi gizi seimbang yang dapat dibawa pulang oleh peserta sebagai bahan bacaan dan pengingat di rumah.
Secara keseluruhan, kegiatan penyuluhan berlangsung dengan lancar dan antusiasme peserta yang tinggi. Peserta aktif menyimak materi yang disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami, serta berpartisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab bersama pemateri. Peserta juga menunjukkan pemahaman yang baik terhadap materi yang disampaikan, mulai dari jenis zat gizi penting, manfaat dan cara konsumsi TTD, hingga penerapan prinsip “Isi Piringku” dalam menu makan sehari-hari.
Melalui kegiatan “Bunda Cerdas” ini, diharapkan ibu hamil dan ibu menyusui di RW 07 Kelurahan Dukuh Sutorejo dapat semakin memahami dan menerapkan prinsip gizi seimbang, rutin mengkonsumsi TTD, serta menerapkan pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari guna mendukung kesehatan ibu maupun tumbuh kembang optimal bagi bayi dan balita. Mahasiswa Profesi Ners Universitas Airlangga berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam memberikan edukasi kesehatan yang berkelanjutan sebagai wujud kontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak di tengah masyarakat.
Penulis: Fitriana/Pokja KIA/Komunitas Keluarga RW 07 Kelurahan Kalijudan





