
NERS NEWS — Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan yang berjudul “Cegah Amputasi Kaki dengan Senam Kaki Diabetes” di RT 03 RW 03 Kelurahan Klampis Ngasem, Kecamatan Sukolilo, Surabaya dalam rangka kegiatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) yang dilaksanakan pada Selasa (22/9/2026) pukul 08.30 WIB. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk edukasi kesehatan kepada masyarakat yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yaitu (Good Health and Well-Being) melalui upaya peningkatan pengetahuan dan kesadaran terkait pentingnya pencegahan neuropati diabetik dan mempraktikkan senam kaki diabetes khususnya bagi penderita DM.
Penyuluhan ini diselenggarakan oleh mahasiswa Profesi Ners Unair dengan sasaran warga yang terdiri dari ibu atau bapak yang sedang mengikuti kegiatan program pengelolaan penyakit kronis (PROLANIS). Kegiatan dipandu oleh Nur Laila Maulida selaku moderator, sementara penyampaian materi dilakukan oleh Rina Suwandi dan Fadhilah Anggun Kharismaningrum. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya menjaga kesehatan kaki pada penderita diabetes serta melakukan senam kaki diabetes secara rutin sebagai salah satu upaya pencegahan komplikasi kaki.
Materi yang diberikan meliputi pengertian senam kaki diabetes, tujuan dan manfaat senam kaki diabetes, langkah-langkah melakukan senam kaki diabetes, serta hal-hal. Pemateri menjelaskan bahwa senam kaki diabetes merupakan latihan sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu melatih pergerakan kaki dan menjaga fungsi serta sirkulasi pada kaki. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya melakukan pemeriksaan kaki secara rutin dan menjaga kebersihan serta kondisi kaki untuk mencegah terjadinya luka. Apabila ditemukan luka, perubahan warna, bengkak, atau kelainan lain pada kaki, peserta dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui metode ceramah, demonstrasi, dan praktik bersama. Pemateri memperagakan langkah-langkah senam kaki diabetes, kemudian peserta diberikan kesempatan untuk mengikuti dan mempraktikkan gerakan secara langsung. Peserta terlihat antusias mengikuti demonstrasi dan aktif bertanya mengenai gerakan senam kaki serta cara menjaga kesehatan kaki pada penderita diabetes. Kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat, khususnya penderita diabetes dan keluarga, dalam melakukan upaya pencegahan komplikasi kaki. Dengan pemahaman dan keterampilan yang lebih baik, peserta diharapkan mampu melakukan senam kaki diabetes secara rutin, menjaga kesehatan kaki, serta mengenali tanda-tanda masalah pada kaki sejak dini sehingga risiko terjadinya luka berat dan amputasi dapat diminimalkan.
Penulis: Nandika Amelia Dewi Pratama





