
NERS NEWS — Pada Rabu, 16 September 2026, mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga melalui Kelompok 3 melaksanakan kegiatan pendidikan kesehatan dengan topik “Gerak Tanpa Nyeri: Tips Mencegah dan Mengatasi Nyeri Punggung Secara Mandiri” di Puskesmas Klampis Ngasem, Surabaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan keperawatan kesehatan komunitas dan keluarga dengan sasaran pasien dan keluarga pasien di Puskesmas Klampis Ngasem.
Kegiatan edukasi dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Edukasi bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai cara mencegah serta mengatasi nyeri punggung di rumah secara tepat dan aman. Materi yang diberikan mencakup pengertian nyeri punggung, penyebab dan faktor risikonya, cara pencegahan, penanganan mandiri di rumah, latihan fisik sederhana, serta tanda-tanda nyeri punggung yang perlu diperiksakan kepada tenaga kesehatan.
Dalam penyampaian materi, mahasiswa menjelaskan bahwa nyeri punggung dapat berupa rasa pegal, kaku, tertarik, atau sakit yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Beberapa faktor yang dapat berkontribusi terhadap munculnya nyeri punggung antara lain postur tubuh yang kurang baik, teknik mengangkat beban yang salah, kurang aktivitas fisik, aktivitas fisik berlebihan atau gerakan tiba-tiba, kelebihan berat badan, pertambahan usia, serta kondisi medis tertentu.
Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai langkah-langkah sederhana untuk menjaga kesehatan punggung. Mahasiswa menganjurkan peserta untuk mempertahankan postur tubuh yang baik, menghindari duduk terlalu lama, melakukan aktivitas fisik secara rutin, menggunakan teknik yang benar saat mengangkat atau membawa barang, menghindari beban yang terlalu berat, menjaga berat badan tetap sehat, serta melakukan peregangan setelah duduk atau beraktivitas dalam waktu lama.
Selain pencegahan, peserta diperkenalkan dengan beberapa cara penanganan nyeri punggung yang dapat dilakukan sesuai kemampuan di rumah. Penanganan tersebut meliputi tetap aktif, beristirahat secukupnya tanpa berbaring terlalu lama, melakukan peregangan ringan, menggunakan kompres hangat atau dingin, serta menghindari aktivitas yang memperberat nyeri. Mahasiswa juga menekankan pentingnya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila nyeri menetap atau semakin berat.
Kegiatan dilengkapi dengan demonstrasi latihan fisik sederhana, seperti berjalan kaki, pelvic tilt, knee-to-chest stretch, cat-cow stretch, dan peregangan ringan. Peserta diingatkan untuk melakukan latihan secara perlahan dan sesuai kemampuan serta menghentikannya apabila nyeri semakin berat atau muncul kesemutan, mati rasa, maupun kelemahan pada tungkai.
Edukasi juga membahas penerapan postur tubuh ergonomis dalam aktivitas sehari-hari. Peserta diberikan contoh postur duduk, berdiri, mengangkat atau membawa beban, bekerja di meja atau komputer, hingga posisi tidur yang dapat membantu mengurangi beban pada punggung. Dengan penerapan kebiasaan tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih memperhatikan kesehatan punggung dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kegiatan menggunakan metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi dengan media leaflet dan poster. Pelaksanaan meliputi pembukaan, penyampaian materi, sesi tanya jawab dan evaluasi pemahaman, serta penutupan. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memahami kembali tips mencegah dan mengatasi nyeri punggung serta menerapkannya secara mandiri dengan tetap memperhatikan kondisi dan kemampuan masing-masing.
Secara keseluruhan, kegiatan “Gerak Tanpa Nyeri” menjadi salah satu bentuk edukasi kesehatan yang mendorong pasien dan keluarga untuk meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan punggung dan melakukan upaya pencegahan secara mandiri. Edukasi juga menekankan bahwa keluhan yang menetap, semakin berat, atau disertai gejala seperti mati rasa, kesemutan, kelemahan pada tungkai, maupun gangguan buang air kecil atau besar memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga kesehatan.
Penulis: Nayla Aisyah





