NERTS NEWS – Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga kelompok 10 melaksanakan kegiatan Pendidikan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) mengenai pencegahan infeksi pada penderita kanker kepada pasien dan keluarga di ruang perawatan kemoterapi (IOT), dengan tujuan meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya menjaga kebersihan, pola makan aman, serta deteksi dini tanda dan gejala infeksi.
Kegiatan edukasi ini membahas konsep dasar infeksi sebagai kondisi yang disebabkan oleh mikroorganisme patogen yang dapat menimbulkan peradangan dan komplikasi, terutama pada pasien kanker dengan sistem imun yang menurun. Materi yang disampaikan mencakup pengertian infeksi, tanda dan gejala seperti demam di atas 38°C, kemerahan dan pembengkakan, keluarnya cairan seperti nanah, serta kondisi lemas yang tidak jelas penyebabnya.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa kelompok 10 profesi Ners memberikan edukasi secara langsung menggunakan media leaflet interaktif. Edukasi meliputi penggunaan masker yang benar, langkah-langkah mencuci tangan sesuai standar, serta pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Selain itu, pasien juga diberikan informasi mengenai prinsip diet aman, seperti konsumsi makanan bergizi seimbang, makanan matang, serta menghindari makanan mentah atau tidak higienis.
Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran pasien dan keluarga dalam mencegah risiko infeksi selama menjalani perawatan kanker. Edukasi ini menekankan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, kepatuhan terhadap anjuran tenaga kesehatan, serta pemenuhan nutrisi yang tepat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Kegiatan ini sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-3 yaitu Good Health and Well-Being.
Integrasi SDGs
SDGs 3: Good Health and Well-Being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera)
SDGs 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas)
Melalui kegiatan PKRS ini, diharapkan pasien dan keluarga mampu memahami langkah-langkah pencegahan infeksi secara mandiri dan konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi ini diharapkan dapat menurunkan risiko komplikasi, mempercepat proses pemulihan, serta meningkatkan kualitas hidup penderita kanker.
Penulis: Nabila Putri Kusuma Wardhani (Kelompok 10)
Editor: Eva Khoirunnisa Adinta (Airlangga Nursing Journalist)





