Belajar Lintas Budaya Kesehatan: Student Inbound Naresuan University Thailand Eksplorasi Akupunktur, Dry Cupping, hingga Akupresur

NERS NEWS — Rabu, 21 Mei 2026 – Program student inbound kembali menghadirkan kegiatan pembelajaran lintas negara di bidang keperawatan. Mahasiswa beserta dosen pendamping dari Naresuan University, Thailand, mengikuti sesi Theory and Practice Acupuncture, Dry Cupping, and Acupressure Lab dalam mata kuliah Fundamental of Nursing yang dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Keperawatan dan dipandu oleh Dr. Andri Setiya Wahyudi, S.Kep., Ns., M.Kep.

Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan antara dosen pengampu dan peserta inbound. Acara dilanjutkan dengan penjelasan materi dasar mengenai akupunktur sebagai bagian dari terapi komplementer, meliputi konsep, manfaat, serta prinsip keamanan dalam praktik, dan juga menjelaskan titik-titik akupunktur (acupoints) yang dapat digunakan dalam tindakan, terutama pada area abdominal. Area ini diketahui memiliki keterkaitan dengan fungsi organ dalam, sirkulasi energi tubuh, serta berperan dalam mendukung proses pemulihan berbagai kondisi kesehatan.

Setelah sesi teori, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi praktik oleh Dr. Andri Setiya Wahyudi, S.Kep., Ns., M.Kep, pada pasien yang mengalami nyeri akibat penyakit jantung koroner. Dalam kesempatan tersebut, beliau tidak hanya memperagakan teknik penusukan jarum akupunktur, tetapi juga melibatkan mahasiswa inbound untuk turut membantu dalam proses tindakan, sehingga peserta memperoleh pengalaman langsung melalui praktek.

Kemudian, dilanjutkan dengan sesi praktik terapi akupuntur, mahasiswa dan dosen secara bergantian mencoba. Meskipun sebagian peserta mengaku merasa tegang dan takut terhadap penggunaan jarum serta sensasi aliran listrik yang ditimbulkan, mereka tetap menunjukkan minat tinggi untuk mencoba. Bahkan, dosen pendamping dari Naresuan University turut berpartisipasi dan menyampaikan bahwa pengalaman tersebut merupakan hal baru yang menarik sekaligus menyenangkan.

Saat sesi praktik terapi, beberapa keluhan kesehatan berupa nyeri dan kekakuan pada ekstremitas atas yang menyebabkan keterbatasan gerak, serta nyeri punggung akibat skoliosis disampaikan pada Dr. Andri Setiya Wahyudi, S.Kep., Ns., M.Kep. Setelah menjalani terapi akupunktur, mereka merasakan adanya perbaikan kondisi, seperti berkurangnya nyeri dan meningkatnya kenyamanan dalam bergerak.

Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan pemberian cendera mata dari mahasiswa dan dosen Naresuan University kepada Dr. Andri Setiya Wahyudi, S.Kep., Ns., M.Kep, sebagai bentuk apresiasi atas ilmu dan pengalaman yang telah diberikan. Mereka menyampaikan ucapan terima kasih atas kesempatan untuk mempelajari terapi komplementer yang sebelumnya belum pernah mereka praktikkan. Kegiatan ini menjadi sarana untuk penerapan SGDs poin 4 Pendidikan Berkualitas (Quality Education) SGDs poin 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being). Harapan dari terlaksananya acara ini adalah terwujudnya ruang bertukar ilmu dan budaya kesehatan, sehingga mahasiswa dari Naresuan University, Thailand dapat membawa pulang pemahaman baru tentang praktik akupunktur yang belum ada di negara mereka.

Penulis: Fadilatul Azzahra

Editor: Nandyta Putri Rahmadhani (Airlangga Nursing Journalist)