
NERS NEWS — Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Kelas A2 Angkatan 2023 menggelar kegiatan Project Based Learning (PjBL) Keperawatan Gawat Darurat dengan tema “BERANI (BEbat Rapi, Nyaman, Intensif)” di SMAN 19 Surabaya pada Jumat, 12 Juni 2026 pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam memberikan pertolongan pertama pada kondisi darurat, khususnya melalui edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan teknik Bebat Bidai yang tepat. Tema BERANI menekankan bahwa menolong membutuhkan kompetensi, di mana bebat yang rapi bertujuan memastikan balutan tidak menghambat sirkulasi, nyaman bagi korban, serta tidak menimbulkan nyeri tambahan dalam proses pertolongan.
Kegiatan PjBL ini dilaksanakan dengan pendekatan pembelajaran interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, serta demonstrasi dan praktik langsung bebat bidai kepada siswa-siswi SMAN 19 Surabaya. Para mahasiswa Kelas A2 Angkatan 2023 berperan aktif dalam bagian masing-masing selama kegiatan berlangsung. Materi BHD dan Bebat Bidai yang disampaikan secara lisan melalui presentasi PowerPoint, mencakup pentingnya BHD sebagai respons pertama dalam kondisi darurat seperti henti jantung atau henti napas, cara mengenali tanda-tanda kegawatdaruratan, prosedur kompresi dada yang benar, serta jenis cedera, prinsip penanganan awal, serta pencegahan komplikasi. Pemateri menekankan bahwa kecepatan dan ketepatan dalam memberikan pertolongan pertama sangat menentukan keselamatan korban sebelum bantuan medis profesional tiba di lokasi kejadian.

Selain BHD, sesi demonstrasi bebat bidai menjadi salah satu poin utama yang menarik antusiasme peserta. Para mahasiswa memperagakan secara langsung teknik bebat bidai yang benar kepada siswa-siswi, meliputi cara memilih dan menyiapkan bidai yang sesuai dengan area cedera, memposisikan bidai dengan tepat agar imobilisasi fraktur atau cedera dapat dilakukan secara optimal, melilitkan balutan secara rapi dan tidak terlalu kencang agar sirkulasi darah tidak terhambat, memastikan korban merasa nyaman dan tidak mengalami nyeri tambahan akibat pembebatan, serta melakukan pemeriksaan ulang pada area distal untuk memastikan tidak ada gangguan sirkulasi setelah bebat terpasang. Siswa-siswi kemudian diberi kesempatan untuk mempraktikkan langsung teknik bebat bidai tersebut secara berpasangan dengan bimbingan mahasiswa, sehingga pemahaman yang diperoleh tidak hanya bersifat teoritis tetapi juga aplikatif.
Kegiatan PjBL BERANI ini selaras dengan pencapaian SDGs Poin 3 (Good Health and Well-Being), yakni mendorong peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat kesehatan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Kelas A2 Angkatan 2023 berharap siswa-siswi SMAN 19 Surabaya dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekitar mereka, yang tidak hanya memiliki keberanian untuk menolong, tetapi juga memiliki kompetensi yang cukup untuk melakukannya dengan tepat, rapi, dan aman. Kegiatan edukasi seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan diperluas jangkauannya, sehingga semakin banyak generasi muda yang siap dan sigap dalam menghadapi kondisi darurat di sekitar mereka.
Penulis: Mesi Amelia dan Ike Nurdian





