Delegasi FKp Unair Ikuti Simulasi Lansia dalam Situasi Bencana di Jepang

NERS NEWS — Munakata, 16 Juli 2026 — Delegasi Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (Unair) mengikuti simulation exercise mengenai lansia dalam situasi bencana di Japanese Red Cross Kyushu International College of Nursing (JRCKICN), Munakata, Jepang, pada Kamis (16/7). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Student Outbound yang memberikan pengalaman pembelajaran mengenai perlindungan kelompok rentan dalam kondisi darurat dan bencana.

Dalam simulation exercise, mahasiswa melakukan simulasi sebagai lansia yang berada dalam situasi bencana untuk memahami secara langsung tantangan dan kebutuhan kelompok tersebut. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa mempelajari aspek keselamatan, komunikasi, mobilitas, serta pendampingan yang perlu diperhatikan ketika lansia menghadapi kondisi darurat, termasuk selama proses evakuasi. Simulasi ini memberikan perspektif kepada mahasiswa mengenai pentingnya memberikan pelayanan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan lansia dalam situasi bencana.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan district survey di Yoshitake Area. Delegasi melakukan observasi terhadap kondisi lingkungan untuk mengenali karakteristik wilayah serta mengidentifikasi potensi risiko yang dapat memengaruhi masyarakat ketika terjadi bencana. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa belajar menghubungkan kondisi lingkungan dengan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di tingkat masyarakat.

Simulation exercise dan district survey bertujuan mengintegrasikan pembelajaran keperawatan dengan konsep disaster management, khususnya dalam memberikan perlindungan terhadap kelompok rentan. Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3: Good Health and Well-Being melalui penguatan pemahaman mengenai pelayanan kesehatan bagi kelompok rentan, SDGs 4: Quality Education melalui pembelajaran berbasis pengalaman, serta SDGs 11: Sustainable Cities and Communities melalui penguatan pemahaman mengenai kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Melalui kegiatan tersebut, delegasi Fakultas Keperawatan Unair diharapkan mampu memahami kebutuhan kelompok rentan secara lebih komprehensif serta mengembangkan kesiapan sebagai calon tenaga kesehatan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan dan bencana. Pengalaman ini juga memperkaya perspektif mahasiswa mengenai penerapan disaster management berbasis masyarakat dalam konteks internasional.

Penulis: Talitha Maulia Nada