Demonstrasi Pembuatan Ovitrap dan Kegiatan Decluttering sebagai Upaya Pencegahan DBD

NERS NEWS – Kegiatan edukasi kesehatan lingkungan dengan tema “Demonstrasi Pembuatan Ovitrap dan Decluttering sebagai Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD)” telah dilaksanakan pada Minggu, 1 Maret 2026 pukul 09.00 WIB di RT 03 dan Minggu, 8 Maret 2026 pukul 09.00 WIB di RT 02 Kelurahan Kalijudan Surabaya. Kegiatan ini berlangsung dengan antusiasme dari masyarakat yang hadir untuk mengikuti penyuluhan dan demonstrasi yang diberikan oleh mahasiswa profesi ners. Acara diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian Demam Berdarah Dengue (DBD), cara penularan, serta pentingnya upaya pencegahan melalui pemberantasan sarang nyamuk. Tim pelaksana menggunakan media leaflet untuk membantu peserta memahami informasi yang disampaikan secara lebih jelas dan mudah dipahami.

Setelah sesi penyampaian materi decluttering, peserta diajak untuk mengikuti demonstrasi pembuatan ovitrap sebagai salah satu metode sederhana untuk mengendalikan populasi nyamuk Aedes aegypti di lingkungan rumah. Ovitrap yang digunakan dibuat dari bahan sederhana seperti botol bekas yang dimodifikasi sehingga dapat menjadi tempat perangkap telur nyamuk. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan konsep decluttering, yaitu kegiatan membersihkan dan menata lingkungan rumah dengan cara mengurangi barang-barang yang tidak terpakai yang berpotensi menjadi tempat penampungan air dan sarang nyamuk. Suasana kegiatan berlangsung interaktif, dan beberapa peserta terlihat aktif bertanya mengenai cara pembuatan ovitrap serta langkah-langkah menjaga kebersihan lingkungan rumah.

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka praktik Promosi Kesehatan pada stase Komunitas dan Keluarga di Puskesmas Kalijudan Surabaya, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Latar belakang kegiatan ini didasari oleh masih ditemukannya potensi tempat perkembangbiakan nyamuk di lingkungan sekitar rumah yang dapat meningkatkan risiko penularan DBD. Melalui kegiatan demonstrasi ovitrap dan decluttering ini, diharapkan masyarakat dapat menerapkan cara-cara sederhana namun efektif dalam mengendalikan populasi nyamuk serta menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.

Salah satu mahasiswa pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif yang dilakukan oleh mahasiswa profesi ners kepada masyarakat. “Kami berharap masyarakat dapat menerapkan pembuatan ovitrap secara mandiri di rumah serta menjaga kebersihan lingkungan dengan rutin melakukan decluttering agar dapat mencegah berkembangnya nyamuk penyebab DBD,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang berkelanjutan antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan lingkungan. Upaya pencegahan melalui edukasi dan praktik langsung kepada masyarakat menjadi langkah penting dalam menurunkan risiko penularan penyakit berbasis lingkungan seperti Demam Berdarah Dengue.

Penulis : Tessa Audy Janiar, Profesi Ners Stase Komunitas dan Keluarga

Editor : Eva Khoirunnisa Adinta (Airlangga Nursing Journalist)