
NERS NEWS — Surabaya — Upaya pencegahan penyakit menular dilakukan melalui kegiatan penyuluhan kesehatan tentang etika batuk yang dilaksanakan di ruang ICU Rumah Sakit Universitas Airlangga, Kamis (19/2/2026). Kegiatan ini menyasar keluarga pasien sebagai langkah promotif dan preventif untuk menekan penyebaran infeksi saluran pernapasan sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera.
Penyuluhan yang berlangsung pukul 11.00–11.30 WIB ini diselenggarakan oleh mahasiswa Praktik Klinik Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga. Materi disampaikan secara interaktif melalui ceramah singkat, demonstrasi, serta sesi tanya jawab agar peserta lebih mudah memahami dan mempraktikkan etika batuk dengan benar dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini dilatarbelakangi masih tingginya kasus penyakit infeksi saluran pernapasan seperti tuberkulosis, influenza, dan COVID-19 yang mudah menular melalui droplet saat batuk atau bersin. Minimnya kesadaran masyarakat terhadap kebiasaan batuk yang benar menjadi salah satu faktor penyebaran penyakit, terutama di lingkungan padat seperti rumah sakit.
Dalam penyuluhan tersebut dijelaskan bahwa batuk merupakan refleks alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan. Namun, batuk tanpa etika dapat menjadi media penularan penyakit berbahaya. Percikan droplet yang keluar saat batuk dapat mengandung virus atau bakteri dan menyebar melalui udara maupun permukaan benda, sehingga berisiko menularkan penyakit ke orang lain, terutama kelompok rentan seperti bayi, lansia, dan pasien dengan daya tahan tubuh rendah.
Pemateri juga menekankan langkah-langkah etika batuk yang sederhana namun penting, seperti menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau lipatan siku bagian dalam, segera membuang tisu ke tempat sampah tertutup, mencuci tangan setelah batuk, serta menggunakan masker saat sedang sakit. Menjaga jarak dari orang lain juga dianjurkan untuk mengurangi risiko penularan.
Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap peserta tidak hanya memahami pentingnya etika batuk, tetapi juga mampu menerapkannya secara konsisten. Dengan meningkatnya kesadaran terhadap perilaku hidup bersih dan sehat, diharapkan penularan penyakit infeksi saluran pernapasan dapat ditekan serta mendukung upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat sesuai target SDGs.
Penulis: Hanin Salwa Esa Ramadhani
Editor: Nandyta Putri Rahmadhani (Airlangga Nursing Journalist)





