Edukasi Kelainan Jantung pada Kehamilan: Kelompok 1/A2 Profesi Ners Unair Gelar PKRS di Poli Obgyn RSUD Dr. Soetomo

Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi

NERS NEWS, Surabaya — Kelompok 1/A2 Program Studi Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga sukses menyelenggarakan Penyuluhan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) bertema “Kehamilan dengan Kelainan Jantung: Kenali, Pahami, dan Kelola Risiko Sejak Dini” pada hari Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan ini berlangsung di ruang tunggu Poli Obgyn RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, dengan sasaran pasien, keluarga, serta pendamping.

Penyuluhan ini bertujuan meningkatkan kesadaran mengenai manajemen kehamilan dengan gangguan jantung. Secara fisiologis, kehamilan memicu perubahan sistem kardiovaskuler yang dapat memperberat kerja jantung dan meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu maupun janin jika tidak ditangani dengan tepat.

Acara dibuka secara hangat oleh Eka Shafira Audrina selaku Master of Ceremony (MC), yang memandu jalannya kegiatan agar tetap interaktif. Sesi utama dilanjutkan dengan pemaparan materi secara kolaboratif oleh Yulisa Putri Nabila dan Mohammad Ferdy Arrosyd menggunakan metode ceramah, diskusi dua arah, serta media visual berupa poster dan penyebaran leaflet.

Poin-poin kritis yang disampaikan oleh tim pemateri meliputi:

  • Perubahan Fisiologis: Bagaimana kehamilan melipatgandakan beban kerja jantung.
  • Dampak & Komplikasi: Risiko medis yang mengancam keselamatan ibu dan janin.
  • Tanda Perburukan: Mengenali gejala akut seperti sesak napas (terutama saat berbaring), cepat lelah, jantung berdebar, dan bengkak pada ekstremitas.
  • Perawatan Mandiri: Kepatuhan kontrol ke Poli Obgyn dan Kardiologi, pembatasan aktivitas fisik, serta diet rendah garam.

Didampingi oleh Pembimbing Klinik (Clinical Instructor) Poli Obgyn RSUD Dr. Soetomo, peserta diingatkan akan pentingnya pemantauan ketat secara berkala demi keselamatan proses persalinan. Guna memberikan pemahaman yang aplikatif, Galuh Julieta Puriningtyas dan Elya Arundati memimpin sesi demonstrasi langkah praktis perawatan mandiri di rumah, seperti cara menghitung denyut nadi, mengenali tanda bahaya untuk segera ke IGD, serta visualisasi posisi istirahat setengah duduk untuk mengurangi sesak.

Penyuluhan ini dihadiri oleh sekitar 30 hingga 40 peserta yang sangat antusias dalam sesi diskusi. Beberapa pertanyaan kritis yang diajukan audiens dijawab dengan tangkas oleh tim mahasiswa, termasuk mengenai cara membedakan sesak napas biasa akibat kehamilan dengan sesak akibat gangguan jantung, serta keamanan persalinan normal bagi penderita kelainan jantung.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pasien dan keluarga dapat meningkatkan kewaspadaan, mengenali tanda bahaya sejak dini, serta aktif menjalankan manajemen kehamilan yang aman dan terpantau.

Penulis: Kelompok 1/A2 Profesi Ners Unair

Editor: Farah Dina Azizatul Aulia (Airlangga Nursing Journalist)