
NERS NEWS — Kelompok Kerja Kesehatan Ibu dan Anak (Pokja KIA) Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga telah melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan bertema “Pentingnya ASI Eksklusif dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT)” di Posyandu Sukolilo Baru wilayah PKM Kenjeran pada Sabtu, 1 Agustus 2026 pukul 09.00–10.00 WIB. Kegiatan ini ditujukan kepada ibu hamil serta ibu yang memiliki bayi dan balita sebagai upaya meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi serta pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Pelaksanaan penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, serta tanya jawab yang didukung oleh media edukasi berupa leaflet, poster, dan buku saku PMT yang berisi resep olahan pangan lokal. Materi yang disampaikan meliputi pengertian ASI eksklusif, manfaat ASI bagi ibu dan bayi, teknik menyusui yang benar, pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, waktu yang tepat memulai MP-ASI, prinsip pemberian makanan pendamping yang bergizi seimbang, serta pentingnya Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam mendukung status gizi bayi dan balita. Selain itu, peserta juga diberikan edukasi mengenai pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai sumber gizi yang mudah diperoleh, terjangkau, dan dapat diolah menjadi menu MP-ASI yang sehat melalui buku saku yang berisi berbagai resep olahan pangan lokal. Edukasi ini penting mengingat pemberian ASI eksklusif dan MP-ASI yang sesuai merupakan salah satu upaya pencegahan stunting, meningkatkan daya tahan tubuh anak, serta mendukung tumbuh kembang yang optimal.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan aktif mengikuti jalannya penyuluhan serta berpartisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan mengenai cara mengatasi kendala menyusui, pemilihan makanan bergizi untuk MP-ASI, hingga cara mengolah bahan pangan lokal menjadi menu yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan gizi bayi maupun balita. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan informasi yang tinggi mengenai praktik pemberian makan yang benar pada bayi dan balita.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga dengan bimbingan dosen pembimbing akademik dan pembimbing klinik. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai dengan rencana yang telah disusun, dimulai dari pembukaan, penyampaian materi, sesi diskusi dan evaluasi, hingga penutupan. Penyuluhan berlangsung selama 60 menit dengan alur yang sistematis dan diakhiri dengan pembagian leaflet serta buku saku PMT berisi resep olahan pangan lokal sebagai media edukasi yang dapat dipelajari dan dipraktikkan oleh peserta di rumah. Poster juga digunakan selama penyampaian materi untuk mempermudah peserta memahami isi edukasi. Dokumentasi kegiatan dilakukan sebagai bagian dari pelaporan.
Penyuluhan ini dilatarbelakangi oleh masih pentingnya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai praktik pemberian ASI eksklusif dan MP-ASI yang tepat. Kurangnya pemahaman mengenai pemberian makan pada bayi dan balita dapat berdampak pada status gizi dan pertumbuhan anak. Oleh karena itu, edukasi kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki bayi maupun balita diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta keterampilan dalam mengolah pangan lokal menjadi menu bergizi yang mendukung tumbuh kembang anak sehingga mampu membantu mencegah masalah gizi, termasuk stunting.
Kegiatan penyuluhan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 2 (Tanpa Kelaparan) melalui upaya peningkatan status gizi anak, SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui promosi kesehatan ibu dan anak, SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pemberian edukasi kesehatan kepada masyarakat, serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara institusi pendidikan dan masyarakat. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif bagi peserta dan diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk kontribusi institusi pendidikan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Penulis: Jannahtul Choiriah





