Edukasi Tatalaksana Diabetes Melitus pada Ibu Postpartum, Mahasiswa Profesi Ners Unair Laksanakan PKRS di IRNA 5 Obgyn

NERS NEWS — Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Kelompok D1.3, melaksanakan kegiatan Pendidikan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) di IRNA 5 Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) RS Universitas Airlangga pada Kamis (2/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari praktik Profesi Keperawatan Maternitas yang bertujuan meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga mengenai perawatan ibu postpartum dengan diabetes melitus.

Penyuluhan mengangkat tema “Tatalaksana Ibu Postpartum dengan Diabetes Melitus” yang disampaikan kepada pasien postpartum beserta keluarga yang sedang menjalani perawatan di IRNA 5 Obgyn. Materi yang diberikan meliputi pengertian diabetes melitus pada masa postpartum, penyebab dan faktor risiko, tanda dan gejala yang perlu diwaspadai, serta berbagai upaya pengendalian kadar gula darah setelah persalinan. Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menerapkan pola makan sehat, melakukan aktivitas fisik sesuai kondisi, memantau kadar gula darah secara rutin, mengonsumsi obat sesuai anjuran tenaga kesehatan, manfaat menyusui bagi ibu dengan diabetes, serta pentingnya dukungan keluarga dalam proses pemulihan. Materi penyuluhan mengacu pada leaflet dan media edukasi yang telah disiapkan oleh mahasiswa.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Para peserta menunjukkan antusiasme selama penyuluhan berlangsung. Pada sesi diskusi, salah satu peserta mengajukan pertanyaan mengenai pentingnya pemeriksaan gula darah secara rutin selama kehamilan dan setelah melahirkan. Tim penyuluh menjelaskan bahwa pemeriksaan gula darah secara berkala sangat penting untuk mendeteksi dan mengendalikan kadar gula darah, terutama pada ibu yang memiliki riwayat diabetes gestasional atau faktor risiko diabetes, sehingga komplikasi dapat dicegah dan kondisi ibu tetap terpantau dengan baik.

Melalui kegiatan ini diharapkan pasien dan keluarga memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan diabetes melitus setelah persalinan sehingga mampu menerapkan perilaku hidup sehat, meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan dan kontrol kesehatan, serta mencegah terjadinya komplikasi di kemudian hari. Kegiatan penyuluhan ditutup dengan evaluasi singkat untuk menilai pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan. Secara umum, peserta mampu menjelaskan kembali poin-poin penting mengenai tatalaksana diabetes melitus pada masa postpartum dan menyampaikan komitmen untuk menerapkan edukasi yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Danella Aura Shifa