Edukasi Waspada Stroke, Mahasiswa Profesi Ners Unair Ajak Keluarga Pasien Kenali, Cegah, dan Dampingi Pasien Stroke

NERS NEWS — Surabaya, 18 September 2026 – Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga menggelar kegiatan Pendidikan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) bertajuk “Waspada Stroke: Kenali, Cegah, dan Dampingi” di ruang tunggu HCU Aster RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Jumat (18/9/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00–10.30 WIB tersebut diikuti oleh 14 keluarga pasien.

Kegiatan dilaksanakan oleh Kelompok S2.3 Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga di bawah bimbingan akademik Dr. Arina Qona’ah, S.Kep., Ns., M.Kep. dan pembimbing klinik Susi Purwati, S.Kep., Ns.

Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman keluarga mengenai stroke, mulai dari mengenali kondisi dan tanda peringatan sebelum stroke, tanda dan gejala stroke berulang, tindakan yang harus segera dilakukan, hingga berbagai upaya untuk mencegah stroke berulang. Keluarga juga dibekali pemahaman mengenai perannya dalam mendampingi pasien post-stroke setelah kembali ke rumah.

Stroke merupakan kondisi kegawatdaruratan yang terjadi akibat terganggunya aliran darah ke otak, baik karena penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah. Pada pasien yang pernah mengalami stroke, kewaspadaan terhadap munculnya gejala berulang menjadi penting agar pertolongan dapat diberikan sesegera mungkin. Gejala neurologis yang muncul sementara seperti pada Transient Ischemic Attack (TIA) juga tidak boleh diabaikan karena dapat menjadi tanda peringatan terjadinya stroke.

Melalui media poster dan leaflet, peserta diajak mengenali tanda-tanda stroke dengan panduan sederhana “SEGERA KE RS”. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain wajah tiba-tiba mencong atau tidak simetris, kelemahan atau kebas pada salah satu sisi tubuh, bicara pelo atau sulit berbicara, gangguan penglihatan, serta gangguan keseimbangan. Apabila tanda tersebut muncul secara mendadak, keluarga diingatkan untuk tidak menunggu gejala menghilang dengan sendirinya dan segera membawa pasien ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Selain mengenali tanda bahaya, keluarga pasien mendapatkan edukasi mengenai pencegahan stroke berulang melalui pengendalian faktor risiko. Beberapa langkah yang ditekankan meliputi minum obat sesuai anjuran tenaga kesehatan, kontrol secara rutin, menjaga tekanan darah, gula darah, dan kolesterol, menerapkan pola makan sehat, melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan, serta menghindari rokok.

Peran keluarga turut menjadi salah satu fokus utama dalam penyuluhan. Keluarga diharapkan dapat membantu mengingatkan jadwal minum obat dan kontrol, mendampingi aktivitas dan rehabilitasi, memberikan motivasi selama proses pemulihan, serta menciptakan lingkungan rumah yang aman bagi pasien. Keluarga juga perlu mampu mengenali tanda stroke berulang sehingga dapat segera mengambil tindakan ketika kondisi kegawatdaruratan terjadi.

Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan disampaikan berdasarkan kondisi yang pernah dialami peserta maupun anggota keluarganya. Peserta antara lain menanyakan kebas pada anggota tubuh dan kaitannya dengan stroke, kekakuan kaki serta nyeri tumit setelah stroke, jari yang sulit diluruskan setelah menggenggam, hingga sakit kepala dan tengkuk yang dikaitkan dengan tekanan darah tinggi.

Salah satu peserta yang sebelumnya pernah mengalami stroke juga menanyakan cara mencegah serangan stroke kembali. Dalam diskusi tersebut, peserta diberikan pemahaman bahwa pencegahan stroke berulang tidak hanya bergantung pada pengobatan, tetapi juga membutuhkan pengendalian faktor risiko, perubahan pola hidup, kontrol kesehatan secara rutin, serta dukungan keluarga yang konsisten.

Hasil evaluasi pada akhir kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu menjelaskan kembali pengertian stroke secara sederhana dan mengenali beberapa tanda stroke yang perlu diwaspadai. Peserta juga memahami pentingnya membawa pasien segera ke rumah sakit apabila muncul tanda stroke serta mampu menyebutkan sejumlah upaya pencegahan stroke berulang dan peran keluarga dalam mendampingi pasien selama proses pemulihan.

Melalui kegiatan “Waspada Stroke: Kenali, Cegah, dan Dampingi”, mahasiswa berharap keluarga semakin siap menjadi bagian penting dalam perawatan pasien stroke. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari membantu pasien menjalani pengobatan dan pola hidup sehat hingga mengambil tindakan cepat ketika tanda stroke kembali muncul.

Penulis: Ahmad Zubair Al Mahdi