Fisioterapi Pasien Pasca Stroke dengan Range of Motion (ROM)

NERS NEWS — Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) bertema “Fisioterapi Pasien Pasca Stroke dengan Latihan Range of Motion (ROM)” pada Kamis, 30 Juli 2026 di ruang tunggu ICU Rumah Sakit Universitas Airlangga. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab interaktif menggunakan media leaflet dan poster dengan tujuan meningkatkan pengetahuan keluarga pasien mengenai pentingnya fisioterapi dan latihan Range of Motion (ROM) sebagai bagian dari proses rehabilitasi pasien pasca stroke.

Kegiatan edukasi kesehatan ini memberikan informasi mengenai pengertian fisioterapi pada pasien pasca stroke, manfaat fisioterapi dalam membantu pemulihan fungsi gerak, pengertian latihan Range of Motion (ROM), jenis-jenis ROM, manfaat latihan ROM, serta prinsip pelaksanaan latihan yang aman sesuai kondisi pasien. Pemateri menjelaskan bahwa latihan ROM merupakan salah satu bentuk rehabilitasi yang dapat membantu mempertahankan rentang gerak sendi, meningkatkan kekuatan otot, mencegah kekakuan sendi, memperlancar sirkulasi darah, serta mendukung proses pemulihan pasien pasca stroke.

Selain menjelaskan materi mengenai fisioterapi dan latihan ROM, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pentingnya keterlibatan keluarga dalam mendampingi pasien selama proses rehabilitasi. Keluarga memiliki peran penting dalam membantu pasien melakukan latihan secara rutin, mendampingi pelaksanaan latihan sesuai anjuran tenaga kesehatan, membantu menggerakkan anggota tubuh yang mengalami kelemahan, serta memberikan dukungan dan motivasi selama proses pemulihan. Dukungan keluarga yang optimal diharapkan dapat meningkatkan keberhasilan rehabilitasi dan kualitas hidup pasien pasca stroke.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Kelompok 2 Stase Keperawatan Kritis dengan sasaran keluarga pasien yang berada di ruang tunggu ICU RSUA. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan memperhatikan materi yang disampaikan serta aktif berpartisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Salah satu pertanyaan yang diajukan peserta berkaitan dengan latihan yang dapat dilakukan pada pasien stroke yang mengalami kelemahan pada otot wajah. Menanggapi hal tersebut, pemateri menjelaskan bahwa latihan dapat dilakukan secara bertahap melalui stimulasi dan latihan gerakan wajah sederhana, seperti tersenyum, mengangkat alis, mengembungkan pipi, dan menggerakkan bibir sesuai kemampuan pasien serta anjuran tenaga kesehatan. Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung dengan lancar, interaktif, dan mendapat respons positif dari peserta yang hadir.

Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Pembimbing Akademik Harmayetti, S.Kp., M.Kes. dan Pembimbing Klinik Andis Yuswanto, S.Kep., Ns., M.Kep. Kegiatan PKRS ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga pasien dalam mendukung proses rehabilitasi pasien pasca stroke melalui latihan ROM yang dilakukan secara benar, aman, dan berkelanjutan. Edukasi kesehatan ini juga merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan melalui pemberdayaan keluarga sebagai bagian penting dalam proses perawatan dan rehabilitasi pasien.

Melalui kegiatan PKRS ini, diharapkan keluarga pasien dapat memahami pentingnya fisioterapi dan latihan ROM serta mampu berperan aktif dalam mendampingi pasien selama proses rehabilitasi, baik selama perawatan di rumah sakit maupun setelah pasien kembali ke rumah. Dengan pelaksanaan latihan yang tepat dan dukungan keluarga yang berkelanjutan, diharapkan proses pemulihan fungsi gerak pasien pasca stroke dapat berlangsung lebih optimal sehingga kualitas hidup pasien dapat meningkat.

Penulis: Dhea Triananda