
NERS NEWS— Rangkaian The 17th International Nursing Conference (INC) 2026 yang diselenggarakan Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga memasuki hari kedua pada Minggu (12/7) di Hotel Bumi Surabaya. Setelah hari pertama membahas transformasi layanan kesehatan melalui inovasi digital dan kolaborasi global, agenda hari kedua difokuskan pada penguatan praktik keperawatan berbasis riset, peningkatan kualitas layanan kesehatan, serta presentasi hasil penelitian dari akademisi dan praktisi keperawatan berbagai negara.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta sebelum memasuki sesi pleno keempat yang menghadirkan tiga narasumber internasional dan nasional. Prof. Linda Sweet dari Deakin University membuka sesi dengan paparan mengenai pentingnya dukungan sejawat (peer support) bagi tenaga kesehatan. Menurutnya, lingkungan kerja yang saling mendukung menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan mental tenaga kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien.
Pembahasan kemudian dilanjutkan oleh Associate Professor Dr. M. Kamil Bin Che Hasan dari International Islamic University Malaysia yang menyoroti transformasi kesehatan muskuloskeletal berbasis komunitas. Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital perlu dimanfaatkan untuk memperluas akses pelayanan kesehatan, memperkuat kemitraan lintas sektor, serta meningkatkan kesiapan perawat dalam menghadapi perubahan kebutuhan masyarakat. Sementara itu, Prof. Dr. Rr. Tutik Sri Hariyati dari Universitas Indonesia memaparkan strategi peningkatan mutu pelayanan kesehatan melalui pengembangan sistem kesehatan digital dan manajemen kinerja sumber daya manusia di bidang kesehatan. Ketiga materi tersebut memperlihatkan bagaimana inovasi dan kolaborasi menjadi elemen penting dalam membangun sistem kesehatan yang adaptif dan berkelanjutan.
Usai sesi pleno, peserta mengikuti diskusi bersama para pembicara sebelum memasuki agenda presentasi ilmiah paralel. Pada sesi ini, peneliti, dosen, tenaga kesehatan, dan mahasiswa dari berbagai institusi mempresentasikan hasil penelitian mereka dalam beberapa ruang yang telah disediakan, baik secara luring maupun daring. Beragam topik penelitian dipaparkan, mulai dari pengembangan praktik keperawatan, inovasi pelayanan kesehatan, pendidikan keperawatan, hingga isu kesehatan masyarakat. Forum tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperoleh masukan ilmiah sekaligus memperluas jejaring kolaborasi penelitian dengan akademisi dari berbagai negara.
Suasana konferensi berlangsung dinamis sepanjang hari. Tidak hanya menjadi ruang berbagi hasil penelitian, kegiatan ini juga membuka peluang terbentuknya kerja sama akademik, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan inovasi yang dapat diimplementasikan dalam pelayanan kesehatan. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi maupun presentasi ilmiah yang berlangsung hingga sore hari.
Rangkaian The 17th International Nursing Conference 2026 ditutup melalui sambutan penutup oleh Ketua Panitia, Dr. Ika Nur Pratiwi. Penutupan tersebut menjadi penanda berakhirnya dua hari pelaksanaan konferensi yang mempertemukan akademisi, peneliti, serta praktisi keperawatan dari berbagai negara untuk bertukar gagasan dan memperkuat kolaborasi internasional. Melalui forum ini, Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan ilmu keperawatan yang inovatif, berdaya saing global, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di masa depan.
Penulis: Olivia Bilqis Ayu Wijaya (Airlangga Nursing Journalist)
Editor: Nasya Puspita Angraeni (Airlangga Nursing Journalist)





