
NERS NEWS–– Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga resmi membuka rangkaian The 17th International Nursing Conference (INC) 2026 di Hotel Bumi Surabaya, Sabtu (11/7). Mengusung tema Shaping the Future of Nursing: Digital Innovation, Global Collaboration, and Sustainable Workforce, konferensi internasional ini menjadi wadah pertukaran gagasan bagi akademisi, peneliti, praktisi, serta mahasiswa keperawatan dari berbagai negara dalam membahas tantangan dan masa depan profesi keperawatan.
Acara diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan upacara pembukaan yang meliputi menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Hymne Universitas Airlangga, doa bersama, serta laporan Ketua Panitia, Dr. Ika Nur Pratiwi. Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga, Prof. Dr. Yuni Sufyanti Arief, bersama Wakil Rektor Universitas Airlangga, Prof. Ir. Mochammad Amin Alamsjah, M.Si., Ph.D., secara resmi membuka konferensi melalui prosesi pemukulan gong yang menjadi simbol dimulainya kegiatan ilmiah berskala internasional tersebut. Pembukaan juga diwarnai dengan penyerahan sertifikat kepada institusi mitra (co-host) serta penampilan Tari Sparkling Surabaya sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya lokal.
Sesi utama dibuka oleh keynote speaker dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dr. Anna Kurniati, SKM., MA., Ph.D., yang memaparkan strategi transformasi tenaga kesehatan Indonesia. Dalam paparannya, ia menyoroti pentingnya pemerataan tenaga kesehatan, penguatan kebijakan, serta pemanfaatan inovasi digital sebagai fondasi sistem kesehatan yang berkelanjutan.
Memasuki sesi pleno, para pembicara dari berbagai perguruan tinggi dunia mengangkat beragam isu strategis dalam keperawatan. Prof. Richard Ricciardi dari George Washington University membahas pemanfaatan kecerdasan buatan untuk meningkatkan kapasitas perawat dalam pelayanan kesehatan. Sementara itu, Associate Professor Lee Wan Ling dari University of Malaya menekankan pentingnya keseimbangan antara inovasi digital dan pendekatan yang tetap berpusat pada pasien. Perspektif kolaborasi internasional turut diperkaya oleh Associate Professor Gulzar Malik dari La Trobe University melalui pembahasan pembelajaran lintas negara dalam praktik keperawatan.
Pada sesi siang hingga sore, diskusi berlanjut dengan berbagai topik yang mencerminkan tantangan keperawatan global. Mulai dari profesionalisme perawat di masa depan, kesehatan mental tenaga kesehatan di era digital, hingga upaya pencegahan jatuh pada lansia melalui pendekatan promosi kesehatan. Sesi berikutnya juga mengangkat kesiapsiagaan keperawatan dalam penanggulangan bencana, pentingnya kolaborasi global untuk mewujudkan layanan kesehatan yang lebih setara, serta implementasi model koping pada layanan tuberkulosis perkotaan di Surabaya. Setiap sesi diakhiri dengan diskusi interaktif antara narasumber dan peserta yang berasal dari berbagai institusi pendidikan maupun fasilitas pelayanan kesehatan.
Melalui penyelenggaraan hari pertama ini, International Nursing Conference ke-17 tidak hanya menjadi forum ilmiah untuk berbagi hasil penelitian, tetapi juga memperkuat jejaring kolaborasi internasional dalam menghadapi transformasi dunia kesehatan. Berbagai gagasan yang disampaikan para pakar diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi keperawatan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di masa mendatang.
Penulis: Olivia Bilqis Ayu Wijaya (Airlangga Nursing Journalist)
Editor: Nasya Puspita Angraeni (Airlangga Nursing Journalist)





