KAWAL BUMIL: Ners Muda Unair Bersama Kader Optimalkan Deteksi Dini dan Pendampingan Ibu Hamil Risiko Tinggi Preeklampsia

NERS NEWS — Upaya peningkatan kewaspadaan dan deteksi dini terhadap risiko preeklampsia pada ibu hamil menjadi fokus utama kegiatan KAWAL BUMIL: Optimalisasi Deteksi Dini dan Pendampingan Ibu Hamil Risiko Tinggi terhadap Preeklampsia. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Ners Muda Universitas Airlangga melalui Kelompok Pokja Ibu dan Anak pada Sabtu, 12 September 2026 pukul 09.00–10.00 WIB secara langsung di rumah masing-masing ibu hamil target. Melalui kunjungan door-to-door dan pendampingan personal, program ini berhasil mengikutsertakan 2 dari 3 ibu hamil (66,67%) hingga kegiatan selesai, melampaui target minimal keberhasilan sebesar 50%.

Kegiatan KAWAL BUMIL fokus pada penguatan pemahaman serta kesadaran ibu hamil risiko tinggi terhadap bahaya preeklampsia. Pelaksanaan secara individual di rumah masing-masing ibu hamil memungkinkan interaksi yang lebih mendalam, privat, dan edukasi yang disesuaikan dengan kondisi spesifik setiap ibu hamil.

Seluruh rangkaian kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan dan arahan dari Mus’adah, S.Kep., Ns., M.Kes selaku pembimbing klinik, serta Neisya Pratiwindya S, S.Kep., Ns., M.Kep, Setho Hadisuyatmana, S.Kep., Ns., M.NS (CommHlth&PC)., Ph.D, dan Dr. Elida Ulfiana, S.Kep., Ns., M.Kep selaku tim pembimbing akademik. Dalam pelaksanaannya, Ners Muda Unair juga berkolaborasi aktif dengan 2 orang kader kesehatan setempat. Kehadiran dan pendampingan dari kedua kader ini bertujuan untuk memperkuat keterlibatan masyarakat local, mempermudah pendekatan emosional kepada warga, serta memastikan keberlanjutan pemantauan kondisi ibu hamil secara mandiri di wilayah tersebut setelah kegiatan usai. Selama pendampingan, Ners Muda Unair bersama kader memberikan materi komprehensif mengenai pengenalan faktor risiko, tanda dan gejala awal preeklampsia (seperti tekanan darah tinggi, pembengkakan, dan sakit kepala hebat), serta langkah pencegahan dan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin (antenatal care/ANC).

Efektivitas kegiatan edukasi ini diukur melalui evaluasi pre-test dan post-test:

  • Ibu Hamil Ny. M: Pada pre-test awal, Ny. M menjawab benar 2 dari 5 pertanyaan dengan nilai 40/100, yang menunjukkan bahwa pengetahuan awal mengenai preeklampsia masih kurang. Setelah diberikan edukasi interaktif dan pendampingan, nilai posttest Ny. M meningkat tajam menjadi 100/100. Peningkatan signifikan sebesar 60 poin ini membuktikan bahwa edukasi yang diberikan sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman Ny. M mengenai preeklampsia.
  • Ibu Hamil Ny. U: Pada pre-test, Ny. U memperoleh nilai 80/100, yang menunjukkan bahwa pemahaman dasarnya sudah cukup baik. Setelah edukasi diberikan, nilai post-test meningkat menjadi 100/100 (naik 20 poin). Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa edukasi membantu memperkuat dan melengkapi pengetahuan Ny. U mengenai pencegahan serta penanganan risiko preeklampsia.

Melalui pendekatan pendampingan langsung bersama kader ini, ibu hamil tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga dorongan moril dan panduan praktis untuk melakukan deteksi dini serta segera mengakses layanan kesehatan apabila menemukan tanda bahaya preeklampsia.

Kegiatan KAWAL BUMIL ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:

  • SDG Nomor 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera: Mendukung upaya promotif dan preventif dalam menurunkan angka kematian ibu (AKI) melalui deteksi dini, pendampingan, dan pencegahan komplikasi preeklampsia pada ibu hamil risiko tinggi.
  • SDG Nomor 4: Pendidikan Berkualitas: Meningkatkan literasi kesehatan ibu hamil melalui metode edukasi kesehatan yang efektif, personal, dan terukur sehingga mampu meningkatkan pemahaman kesehatan secara individual.

Melalui program KAWAL BUMIL, diharapkan ibu hamil risiko tinggi semakin bersiap dan waspada dalam mengenali gejala awal preeklampsia serta rutin melakukan pemeriksaan kehamilan. Keberhasilan pencapaian peningkatan pengetahuan pada Ny. M dan Ny. U menjadi bukti nyata kontribusi Ners Muda Universitas Airlangga dalam mengembangkan pendekatan pelayanan kesehatan promotif dan preventif berbasis pendampingan langsung di masyarakat. Sinergi antara pembimbing, mahasiswa, kader kesehatan, ibu hamil, keluarga, dan fasilitas kesehatan diharapkan dapat terus berlanjut guna menciptakan pengawasan kehamilan yang lebih aktif, responsif, dan aman.

Penulis: Ade Irma Puspita Sari