
NERS NEWS – Sebagai upaya peningkatan kesadaran masyarakat mengenai gejala dan deteksi dini Mioma Uteri, mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga menggelar kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) bertema “Mioma Uteri: Tumor Jinak Rahim” pada kamis, 7 Mei 2026 di ruang tunggu Poli Obgyn Rumah Sakit Universitas Airlangga. Kegiatan ini menyasar pasien dan keluarga dalam upaya peningkatan kesadaran masyarakat mengenai gejala dan deteksi dini Mioma Uteri.
Kegiatan PKRS ini dikemas secara interaktif melalui metode ceramah dan diskusi dua arah, serta didukung media visual berupa leaflet dan poster yang komunikatif. Edukasi ini difokuskan pada peningkatan kesadaran pengunjung di ruang tunggu Poli Obgyn RS UNAIR mengenai pentingnya mengenali gejala serta langkah deteksi dini Mioma Uteri.
Penyuluhan ini dilaksanakan oleh Mahasiswa Profesi Ners Angkatan B27 Kelompok D4.4 Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga dengan pendampingan dosen pembimbing akademik Ni Ketut Alit Armini, S.Kp., M.Kes. dan pembimbing klinik Endah Puspita C, S.Keb., Bd. Kegiatan berlangsung pada Kamis, 7 Mei 2026 pukul 10.00-10.30 WIB di depan ruang tunggu Poli Obgyn Rumah Sakit Universitas Airlangga dan diikuti oleh pasien serta keluarga yang sedang menunggu layanan medis.
Melalui edukasi ini, pasien dan keluarga diharapkan memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai karakteristik Mioma Uteri, gejala klinis yang perlu diwaspadai, serta pentingnya deteksi dini untuk menentukan langkah penanganan yang tepat. Dengan pemahaman tersebut, pasien diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan klinis dan manajemen kesehatan reproduksi mereka secara optimal. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan selama sesi diskusi dan tanya jawab. Para pasien serta keluarga mengajukan pertanyaan mendalam, mulai dari faktor risiko hingga komplikasi mioma uteri.
Kegiatan PKRS “Kenali Gejala dan Deteksi Dini Mioma Uteri” sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain:
SDGs 3: Good Health and Well-Being, melalui upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan derajat kesehatan pasien.
SDGs 4: Quality Education, melalui pemberian edukasi kesehatan yang sistematis, mudah dipahami, dan aplikatif.
Kegiatan PKRS berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari peserta. Diharapkan edukasi ini dapat memberikan dampak nyata dalam perawatan dan meningkatkan outcome klinis secara optimal.
Penulis: Yunita Dwi Nurhaliza
Editor: Raffa Nadiya Primatiana (Airlangga Nursing Journalist)





