Kenali Tanda dan Gejala Depresi Terselubung pada Pasien Hemodialisa melalui Edukasi Kesehatan

NERS NEWS — Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Angkatan 49 Kelompok 2 melaksanakan kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) mengenai “Kenali Tanda & Gejala Depresi Terselubung pada Pasien di Unit Hemodialisa Rumah Sakit Universitas Airlangga” bagi pasien dan keluarga atau pendamping pasien pada Jumat, 18 September 2026 di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Universitas Airlangga. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai tanda dan gejala depresi yang dapat muncul secara terselubung selama menjalani hemodialisis serta mendorong deteksi dini dan pencarian bantuan yang tepat.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, perkenalan, kontrak waktu, apersepsi, dan penyampaian tujuan pendidikan kesehatan. Selanjutnya, materi disampaikan melalui metode ceramah dan tanya jawab dengan menggunakan media PowerPoint dan leaflet. Materi mencakup pengertian depresi pada pasien hemodialisis, depresi terselubung, faktor yang dapat meningkatkan risiko depresi, tanda dan gejala depresi, dampak depresi, tindakan yang dapat dilakukan ketika mengalami gejala, peran keluarga dalam memberikan dukungan, serta kondisi yang memerlukan bantuan tenaga kesehatan. Peserta juga diberikan kuesioner skrining singkat untuk membantu mengenali kemungkinan adanya gejala depresi, dengan penjelasan bahwa hasil skrining bukan merupakan diagnosis depresi, melainkan dapat menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan penilaian lebih lanjut oleh tenaga kesehatan.

Kegiatan melibatkan pasien serta keluarga atau pendamping pasien yang berada di Unit Hemodialisa Rumah Sakit Universitas Airlangga. Pelaksanaan dilakukan pada Jumat, 18 September 2026 pukul 09.00 WIB di Ruang Hemodialisa Lantai 6 Rumah Sakit Universitas Airlangga. Kegiatan dikoordinasikan oleh mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Angkatan 49 Kelompok 2 dengan pembagian tugas meliputi moderator, penyaji, fasilitator dan dokumentasi, notulen, observer, perkap, serta penanggung jawab presensi.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi pasien hemodialisis yang menjalani terapi secara rutin dalam jangka panjang dan menghadapi berbagai perubahan fisik, psikologis, maupun sosial yang dapat meningkatkan risiko masalah psikologis, termasuk depresi. Depresi pada pasien hemodialisis tidak selalu ditunjukkan melalui kesedihan secara jelas, tetapi dapat muncul melalui perubahan minat, pola tidur, nafsu makan, energi, konsentrasi, perasaan, dan interaksi sosial. Oleh karena itu, edukasi diberikan untuk meningkatkan kemampuan pasien dan keluarga dalam mengenali perubahan tersebut sejak dini, memberikan dukungan yang tepat, serta mengetahui kapan perlu mencari bantuan tenaga kesehatan.

Kegiatan edukasi ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3: Good Health and Well-Being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan literasi kesehatan, perhatian terhadap kesehatan psikologis, serta penguatan deteksi dini masalah kesehatan pada pasien yang menjalani terapi hemodialisis. Upaya meningkatkan pemahaman pasien dan keluarga mengenai tanda serta gejala depresi diharapkan dapat mendukung pemanfaatan pelayanan kesehatan secara tepat dan membantu meningkatkan kualitas hidup pasien.

Melalui kegiatan PKRS ini, peserta memperoleh informasi mengenai pentingnya mengenali tanda dan gejala depresi yang dapat muncul secara terselubung pada pasien hemodialisis. Edukasi diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan peserta, tetapi juga mendorong pasien dan keluarga untuk lebih terbuka dalam mengkomunikasikan perubahan kondisi psikologis kepada tenaga kesehatan. Ke depannya, kegiatan edukasi kesehatan serupa diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya meningkatkan perhatian terhadap kesehatan psikologis pasien selama menjalani hemodialisis.

Penulis: Riyantania Anugrahanti