Langkah Nyata Mahasiswa Profesi Ners Unair di RSUD Dr. Soetomo: Edukasi ASI Ekslusif dan Pijat Laktasi Demi Nutrisi Optimal Awal Kehidupan

NERS NEWS — Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners, Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga mengadakan kegiatan penyuluhan kesehatan pada Jumat, 15 Mei 2026. Kegiatan yang menyasar para ibu di Ruang Bayi RSUD Dr. Soetomo ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya nutrisi awal kehidupan. Berfokus pada pemberian ASI Eksklusif dan teknik pijat laktasi sebagai langkah nyata dalam mendukung tumbuh kembang bayi yang optimal, tim mahasiswa berharap edukasi ini dapat meningkatkan kepercayaan diri para ibu dalam memberikan hak nutrisi terbaik bagi buah hati mereka, meskipun dalam kondisi pemulihan.

Kegiatan penyuluhan kesehatan ini dirancang untuk mengedukasi para ibu mengenai pentingnya ASI Eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi tanpa tambahan makanan atau minuman lain. Edukasi ini menekankan berbagai manfaat luar biasa ASI, baik bagi bayi maupun ibu. Bagi bayi, ASI bertindak sebagai imunisasi alami yang kaya akan antibodi untuk mencegah infeksi, mendukung perkembangan otak, serta memastikan tumbuh kembang yang optimal. Sementara bagi ibu, memberikan ASI dapat membantu mempercepat pengecilan rahim pasca melahirkan, membakar kalori, dan menjalin ikatan emosional (bonding) yang kuat dengan buah hati. Melalui pemahaman ini, para ibu diharapkan sadar bahwa ASI adalah investasi kesehatan jangka panjang terbaik untuk anak.

Guna memastikan keberhasilan menyusui, penyuluhan ini juga memberikan panduan praktis mengenai posisi dan perlekatan (latch-on) yang benar. Ibu diajarkan berbagai posisi menyusui yang nyaman, seperti posisi mendekap (cradle hold) atau bersandar, dengan prinsip seluruh tubuh bayi menghadap ibu dan disangga dengan baik. Perlekatan yang benar ditandai dengan mulut bayi terbuka lebar mencakup sebagian besar areola (bagian gelap di sekitar puting), sehingga proses menyusu menjadi efektif dan mencegah puting ibu lecet. Selain itu, para ibu dibekali dengan demonstrasi teknik memerah ASI, baik secara manual dengan tangan (teknik Marmet) maupun menggunakan pompa. Keterampilan memerah dan menyimpan ASI ini sangat krusial, terutama untuk menjaga kelancaran produksi ASI dan memastikan hak nutrisi bayi tetap terpenuhi meskipun ibu sedang terpisah sementara atau berada dalam masa pemulihan.

Para ibu peserta penyuluhan tampak sangat antusias saat mengikuti peragaan teknik pemijatan dan sesi tanya jawab interaktif mengenai hambatan dalam menyusui. Pemateri menekankan bahwa keberhasilan menyusui tidak hanya bergantung pada kesehatan fisik, tetapi juga pada kondisi psikologis ibu yang tenang dan bahagia. Oleh karena itu, teknik pijat ini disarankan untuk dilakukan secara rutin, baik secara mandiri maupun dengan bantuan anggota keluarga di rumah terutama suami agar proses laktasi berjalan konsisten. Kegiatan PKRS di Ruang Bayi RSUD Dr. Soetomo ini ditutup dengan peragaan panduan pijat laktasi yang dapat dipelajari kembali oleh para orang tua setelah kembali ke rumah. Diharapkan melalui pengetahuan tentang ASI dan pijat laktasi ini, angka keberhasilan menyusui di lingkungan rumah sakit dapat terus meningkat demi mencetak generasi masa depan yang sehat dan tangguh.

Penulis: Amiliyah