Lindungi Diri dari Infeksi Selama Kemoterapi di Instalasi Onkologi Terpadu (IOT) RS Universitas Airlangga

NERS NEWS — Mahasiswa Program Studi Ners Angkatan 49 Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga menggelar penyuluhan kesehatan bertema “Lindungi Diri dari Infeksi Selama Kemoterapi” bagi pasien dan keluarga di ruang rawat inap Instalasi Onkologi Terpadu (IOT) lantai 5 Rumah Sakit Universitas Airlangga pada 4 September 2026. Diselenggarakan oleh Kelompok 1 KMB, penyuluhan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai infeksi selama kemoterapi serta upaya perlindungan diri yang dapat dilakukan secara mandiri.

Kegiatan edukasi disampaikan oleh dua pemateri perwakilan Kelompok 1 KMB melalui penyampaian materi, diskusi dan tanya jawab, serta penggunaan media edukasi berupa leaflet. Materi yang diberikan meliputi pengertian infeksi, efek kemoterapi terhadap sistem kekebalan tubuh, tanda dan gejala infeksi yang perlu diwaspadai, cara pencegahan infeksi secara mandiri, serta tindakan yang tidak boleh dilakukan ketika mengalami infeksi. Peserta juga diberikan edukasi mengenai berbagai upaya pencegahan, seperti menjaga kebersihan gigi dan mulut, mandi secara teratur, membersihkan saluran buang air kecil dan buang air besar, menggunakan masker ketika berada di tempat ramai, menjaga kebersihan makanan, merawat luka agar tetap bersih dan kering, serta memantau suhu tubuh secara berkala.

Selain penyampaian materi, kegiatan dilengkapi dengan praktik cuci tangan 6 langkah bersama untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menerapkan salah satu cara sederhana untuk mencegah infeksi. Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan nutrisi selama menjalani kemoterapi melalui kegiatan menghitung kebutuhan protein dengan tepat. Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan adanya respons peserta terhadap pertanyaan yang diberikan serta kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan berdasarkan pengalaman selama menjalani kemoterapi.

Kegiatan ini bertujuan membantu pasien dan keluarga memahami kondisi yang dapat meningkatkan risiko infeksi selama kemoterapi serta mengenali tanda dan gejala yang perlu diwaspadai. Peningkatan pengetahuan tersebut diharapkan dapat mendorong peserta untuk melakukan pencegahan infeksi secara mandiri dan menghindari tindakan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi. Kegiatan edukasi kesehatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-Being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan kesadaran mengenai pencegahan dan deteksi dini infeksi, serta SDG 4: Quality Education (Pendidikan Bermutu) melalui pemberian edukasi kesehatan yang disertai praktik secara langsung.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Program Studi Ners Universitas Airlangga turut berperan dalam meningkatkan literasi kesehatan pasien dan keluarga, khususnya mengenai perlindungan diri dari infeksi selama kemoterapi. Peserta diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menjaga kebersihan diri dan makanan, melakukan cuci tangan dengan benar, memantau kondisi tubuh, memenuhi kebutuhan nutrisi, hingga mengenali tanda dan gejala infeksi yang perlu mendapatkan perhatian tenaga kesehatan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan dalam mendukung kesehatan dan kualitas hidup pasien selama menjalani proses kemoterapi.

Penulis: Aqso Al Falistin