

NERS NEWS — Diabetes Mellitus masih menjadi salah satu penyakit kronis yang banyak ditemukan di masyarakat dan dapat menimbulkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan tepat. Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai tanda awal Diabetes Mellitus serta pentingnya pengendalian kadar gula darah menjadi permasalahan utama yang sering menyebabkan keterlambatan penanganan. Menjawab hal tersebut, Kelompok 1 Program Studi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga mengadakan kegiatan pendidikan kesehatan bertema “Penatalaksanaan Diabetes Mellitus” sebagai bentuk edukasi dan upaya promotif preventif kepada pasien dan keluarga.
Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga mengenai Diabetes Mellitus, mulai dari pengertian penyakit Diabetes Mellitus, jenis-jenis, tanda dan gejala, komplikasi, hingga penatalaksanaan melalui lima pilar utama Diabetes Mellitus. Dalam penyampaian materi, tim penyuluh menjelaskan bahwa Diabetes Mellitus merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah akibat gangguan produksi insulin, kerja insulin, atau kombinasi keduanya, sehingga kadar gula darah sulit terkontrol dan dapat berdampak pada kesehatan apabila tidak dikelola secara baik (PERKENI, 2024). Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman bahwa Diabetes Mellitus terdiri dari beberapa jenis, seperti DM tipe 1, DM tipe 2, DM gestasional, serta tipe lain akibat faktor tertentu.
Dalam sesi edukasi, tim penyuluh juga menekankan pentingnya mengenali tanda dan gejala awal Diabetes Mellitus yang sering muncul, seperti poliuria (sering buang air kecil), polidipsia (sering merasa haus), dan polifagia (sering merasa lapar). Penyuluh juga menjelaskan bahwa apabila gejala tersebut dibiarkan tanpa pemeriksaan dan penanganan, maka dapat meningkatkan risiko komplikasi. Komplikasi Diabetes Mellitus dapat bersifat akut seperti gula darah turun drastis, gula naik secara drastis, hingga kegawatan diabetic, maupun komplikasi kronis seperti luka kaki diabetic, gangguan penglihatan, dan kerusakan saraf yang dapat menurunkan kualitas hidup penderita.
Selain pemahaman mengenai penyakit, masyarakat juga diberikan edukasi mengenai lima pilar penatalaksanaan Diabetes Mellitus, yaitu terapi nutrisi dengan menjaga pola makan, aktivitas fisik, perawatan kaki, terapi farmakologi atau minum obat, dan monitoring gula darah. Tim penyuluh menjelaskan bahwa pasien perlu menjaga pola makan dengan prinsip 3J (jumlah, jenis, jadwal), mengurangi konsumsi gula dan makanan cepat saji, serta memperbanyak serat melalui sayur dan buah. Selain itu, pasien dianjurkan melakukan aktivitas fisik ringan secara rutin minimal 30 menit per hari seperti jalan kaki atau bersepeda, serta meminum obat sesuai jadwal yang telah ditentukan. Monitoring gula darah juga ditekankan sebagai langkah penting agar pasien dapat mengetahui kondisi kesehatannya dan melakukan kontrol rutin dengan tenaga kesehatan.
Salah satu tim penyuluh, menyampaikan bahwa edukasi ini merupakan langkah penting untuk membantu pasien mengendalikan Diabetes Mellitus agar tidak berkembang menjadi komplikasi. “Diabetes Mellitus dapat dikelola dengan baik apabila pasien disiplin dalam menerapkan pola hidup sehat, rutin memeriksa gula darah, serta patuh terhadap pengobatan. Melalui penyuluhan ini, kami berharap pasien dan keluarga lebih memahami cara penatalaksanaan Diabetes Mellitus agar kualitas hidup tetap terjaga,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama pada sesi diskusi dan tanya jawab. Beberapa peserta mengaku baru memahami bahwa Diabetes Mellitus tidak hanya berhubungan dengan gula darah tinggi, tetapi juga dapat memengaruhi berbagai organ tubuh dan menyebabkan komplikasi serius. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran pasien dan keluarga dalam melakukan deteksi dini serta menerapkan penatalaksanaan Diabetes Mellitus semakin meningkat, sehingga komplikasi dapat dicegah dan kesehatan masyarakat dapat terjaga secara optimal.
Terdapat kata penutup yang disampaikan oleh penyuluh yaitu, “Ingat! Setiap usaha kecil yang dilakukan hari ini adalah langkah besar untuk masa depan yang lebih sehat.”
Penulis: Kelompok 1 Spesialis Keperawatan Medikal Bedah A7 Stase Keperawatan Medik (Daniel Nong Dance, Fitriatul Jannah, Ayu Risky Susanti Putri, Dian Tri Cahyani, Erwin Aprilia Puji Lestari)Pembimbing Akademik (Dr. Lailatun Ni’mah, S.Kep., Ns., M.Kep), Pembimbing Klinik (Ns. Zaenal Abidin, S.Kep., M.Kep)
Editor : Eva Khoirunnisa Adinta (Airlangga Nursing Journalist)





