
NERS NEWS – (Surabaya, 29 April 2026) – Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga yang sedang melaksanakan Praktik Klinik Keperawatan (PKK) kelompok B3 dan B4 mengadakan edukasi kesehatan mengenai Tuberkulosis (TBC) di Puskesmas Kalijudan pada Rabu, 29 April 2026. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pasien mengenai definisi, cara penularan, gejala, pemeriksaan, pengobatan, dan langkah-langkah pencegahan TBC sebagai bagian dari upaya pengendalian penyakit menular dalam masyarakat.
Edukasi kesehatan mengambil tema “Rumah Sehat, Paru Kuat: Melindungi Keluarga dari Ancaman TBC” dan berlangsung selama 20 menit. Penyampaian materi dilakukan melalui ceramah dan sesi tanya jawab dengan menggunakan leaflet sebagai media. Materi yang dibahas mencakup definisi TBC sebagai infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, cara penularan melalui droplet, serta gejala seperti batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu. Selain itu, diperkenalkan juga pemeriksaan seperti Tes Cepat Molekuler (TCM), rontgen, dan tes dahak. Pengobatan menggunakan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) serta pentingnya kepatuhan terhadap terapi juga dijelaskan dalam edukasi ini.
Alasan dilakukannya kegiatan ini adalah karena tingginya angka TBC di Indonesia serta kurangnya pemahaman masyarakat tentang penyakit ini. Melalui edukasi kesehatan, diharapkan pengetahuan dan kesadaran pasien mengenai pentingnya deteksi dini, kepatuhan dalam pengobatan, serta pencegahan penularan melalui pola hidup sehat dapat meningkat. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan dampak positif dalam mendukung upaya promotif dan preventif di level pelayanan kesehatan dasar.
Salah satu mahasiswa yang menyampaikan materi dalam penyuluhan mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. “Dengan kegiatan ini, kami berharap pasien jadi lebih paham tentang risiko TBC dan dapat menerapkan langkah-langkah pencegahan dalam keseharian mereka,” ujarnya.
Kegiatan ini berdampak pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu:
- SDGs 3: Good Health and Well Being. Edukasi tentang Tuberkulosis (TBC) berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penularan, gejala, pengobatan, dan pencegahan penyakit, sehingga dapat mengurangi angka kejadian dan membantu memperbaiki kondisi kesehatan masyarakat.
- SDGs 4: Quality Education. Kegiatan penyuluhan kesehatan adalah bentuk pendidikan nonformal yang meningkatkan literasi kesehatan pasien, sehingga masyarakat dapat memahami dan menerapkan informasi kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui program PKRS ini, mahasiswa keperawatan tidak hanya menerapkan ilmu yang dipelajari secara langsung ke dalam masyarakat, tetapi juga terlibat dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkesinambungan untuk mendukung pencegahan penyakit menular dan mencapai tujuan SDGs.
Penulis: Syaira Fathina Delima Pashadyn
Editor: Nandyta Putri Rahmadhani (Airlangga Nursing Journalist)





