Mahasiswa Keperawatan Unair Gelar Edukasi dan Simulasi BHD SIGAP di SMA 17 Agustus Surabaya

NERS NEWS — (Surabaya, 23 April 2026) — Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga kelas A1 angkatan 2023 melaksanakan kegiatan Project Based Learning (PjBL) yang diberi nama SIGAP (Siaga Identifikasi Gejala AMI dan Penanganan BHD) di SMA 17 Agustus Surabaya pada Kamis, 23 April 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan siswa dalam mengenali dan menangani situasi darurat, khususnya Infark Miokard Akut (AMI) melalui edukasi yang interaktif serta praktik langsung Bantuan Hidup Dasar (BHD). Sasaran dari kegiatan ini adalah siswa kelas XI MIPA, yang telah dipilih karena memiliki pemahaman ilmiah yang lebih baik, sehingga lebih mudah dalam memahami materi kesehatan dan dapat mengimplementasikan kemampuan yang diajarkan dengan lebih efektif.

Kegiatan PjBL SIGAP dilaksanakan dengan pendekatan pembelajaran interaktif yang mencakup penyampaian informasi, diskusi, serta demonstrasi dan praktik langsung mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD). Materi yang diajarkan mencakup pengenalan Infark Miokard Akut (AMI), faktor risiko, tanda-tanda dan gejala, serta langkah-langkah untuk penanganan awal. Selain itu, siswa juga diberikan pelatihan dalam melakukan resusitasi jantung paru (cardiopulmonary resuscitation/CPR) melalui simulasi yang dirancang mirip dengan situasi nyata, sehingga mereka tidak hanya mengerti konsep secara teori, tetapi juga dapat menerapkan keterampilan tersebut saat menghadapi keadaan darurat.

Kegiatan ini dilaksanakan karena tingkat pengetahuan dan kesiapsiagaan remaja dalam menghadapi situasi darurat masih tergolong rendah, terutama yang berkaitan dengan AMI dan BHD. Namun, melakukan tindakan cepat seperti CPR di menit-menit awal kejadian sangat penting untuk meningkatkan kemungkinan korban selamat. Oleh sebab itu, melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat mengenali tanda-tanda darurat serta memiliki kemampuan dasar dalam memberikan pertolongan pertama. Program ini juga merupakan wujud kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan pemahaman kesehatan masyarakat serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ketiga yang berfokus pada Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera).

Pemateri dari mahasiswa menyatakan bahwa acara ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan, tetapi juga untuk membina kesiapan siswa dalam beraksi ketika dihadapi dengan situasi darurat. “Kami ingin siswa tidak hanya mengerti isi materi, tetapi juga memiliki keberanian serta kemampuan untuk memberikan pertolongan pertama dengan cepat dan akurat,” tuturnya.

Kegiatan PjBL SIGAP berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui pelatihan dan pendidikan tentang keadaan darurat.

  • SDGs 3: Good Health and Well-Being. Program ini memiliki peran dalam meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi situasi darurat seperti henti jantung, sehingga dapat meningkatkan kemungkinan keselamatan bagi korban melalui respon pertolongan pertama yang cepat dan akurat.
  • SDGs 4: Quality Education. Dengan menggunakan metode pembelajaran berbasis proyek dan pengalaman langsung, kegiatan ini juga berperan dalam memperbaiki mutu pendidikan melalui pendekatan yang interaktif, aplikatif, dan berbasis pengalaman.

Kegiatan PjBL SIGAP diharapkan dapat memberikan pengaruh yang berkelanjutan bagi siswa dalam meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi situasi darurat, serta memperkuat posisi mahasiswa keperawatan sebagai penggerak perubahan dalam meningkatkan kesadaran akan kesehatan di kalangan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bentuk nyata dari kontribusi lembaga pendidikan dalam mendukung pencapaian SDGs, terutama di sektor kesehatan dan pendidikan.

Penulis: Syaira Fathina Delima Pashadyn

Editor: Nandyta Putri Rahmadhani (Airlangga Nursing Journalist)