
NERS NEWS — Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (Unair) yang tengah mengikuti program pertukaran pelajar di Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan kegiatan Interprofessional Education (IPE) bersama mahasiswa lintas profesi kesehatan di Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Kegiatan yang berlangsung selama periode program pertukaran pelajar pada 9 Februari hingga 19 Juni 2026 ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kolaborasi antarprofesi dalam memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif kepada masyarakat.
Kegiatan IPE dilaksanakan oleh Kelompok 109 yang terdiri atas mahasiswa dari program studi Pendidikan Dokter, Gizi, dan Keperawatan. Melalui pendekatan kolaboratif, mahasiswa melakukan pengkajian kesehatan keluarga, mengidentifikasi permasalahan kesehatan, menyusun rencana intervensi, serta melaksanakan monitoring dan evaluasi pada keluarga binaan sesuai dengan kompetensi masing-masing profesi.

Mahasiswa pertukaran Fakultas Keperawatan Unair bersama mahasiswa Undip terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan di Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa bekerja secara multidisiplin untuk memberikan pelayanan yang berpusat pada kebutuhan keluarga binaan. Berbagai intervensi edukatif diberikan, mulai dari edukasi pengelolaan penyakit kronis, pemenuhan gizi seimbang, aktivitas fisik, hingga kesehatan mental melalui pendampingan langsung serta media edukasi seperti leaflet, booklet, dan video pembelajaran.
Interprofessional Education (IPE) merupakan metode pembelajaran yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan kerja sama antarprofesi kesehatan sejak masa pendidikan. Kegiatan ini memberikan manfaat bagi mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan komunikasi, kolaborasi tim, dan pengambilan keputusan bersama. Selain itu, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3 tentang Good Health and Well-Being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya peningkatan kesehatan keluarga, SDGs 4 tentang Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran berbasis pengalaman lapangan, serta SDGs 17 tentang Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi lintas profesi dan antarperguruan tinggi.

Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan adanya perkembangan positif pada keluarga binaan, baik dari aspek pengetahuan maupun penerapan perilaku hidup sehat. Pendekatan kolaboratif yang dilakukan mahasiswa membantu keluarga memahami kondisi kesehatan yang dihadapi serta langkah-langkah yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan.
Kegiatan Interprofessional Education di Kelurahan Padangsari menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus mengembangkan kompetensi kolaboratif dalam pelayanan kesehatan. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus memperkuat sinergi antarprofesi kesehatan dan perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat serta pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
Penulis: Fathimah Dinda Afifah





