
NERS NEWS – Surabaya – Mahasiswa Praktik Klinik Keperawatan (PKK) Kelompok B1 dan B8 Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan mengenai pencegahan perdarahan postpartum sekunder bagi pasien dan keluarga pasien di Ruang Obgyn Rumah Sakit Universitas Airlangga pada Kamis, 09 April 2026. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah promotif untuk menekan risiko komplikasi pada masa nifas, khususnya setelah pasien kembali ke rumah.
Dalam pemaparannya, pemateri pertama, Pradela Cisilia Puspita, menjelaskan bahwa perdarahan postpartum sekunder dapat terjadi dalam kurun waktu 24 jam hingga enam minggu setelah persalinan. Sementara itu, pemateri selanjutnya, Anik Wijiati, juga memaparkan bahwa infeksi rahim (endometritis) dan sisa jaringan plasenta menjadi penyebab utama dan paling sering yang perlu diwaspadai oleh ibu nifas. Ia menekankan pentingnya mengenali tanda bahaya, seperti perdarahan mendadak, demam, dan nyeri panggul, serta segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan apabila gejala tersebut muncul.
Kegiatan penyuluhan ini melibatkan sepuluh mahasiswa praktik klinik keperawatan Kelompok B1 dan B8 angkatan 2023, yaitu Moh. Hudaivi, Anik Wijiati, Rohimakumullah, Nur Laili Ramadani, Hariza Diyanati Ummi Robi’, Rosianne Diamora U.T., Rahmah Auliya, Muhammad Rayhan Ricardi S., Bilva Fitriyastuti R. S., dan Pradela Cisillia Puspa. Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan dosen akademik Ibu Retnayu Pradanie, S.Kep., Ns., M.Kep. dan Ibu Aria Aulia Nastiti, S.Kep., Ns., M.Kep., serta pembimbing klinik Ruang Obgyn dan Ruang Bersalin, yaitu Bidan Frida Syamsiana, S.Keb., Bd. dan Bidan Yeti Bangun Lestari, S.Keb., Bd. Penyuluhan berlangsung di Ruang Irna Obgyn pukul 08.00–09.00 WIB dengan metode ceramah interaktif yang didukung media leaflet, power point, dan poster guna mempermudah pemahaman peserta. Melalui kegiatan ini, diharapkan pasien dan keluarga pasien dapat meningkatkan pengetahuan serta kesadaran keluarga dalam mendampingi proses pemulihan ibu secara optimal, sehingga risiko komplikasi seperti syok hingga kematian dapat dicegah.
Kegiatan tersebut juga sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yaitu menjamin kehidupan sehat dan meningkatkan kesejahteraan bagi semua usia, khususnya dalam menurunkan angka kematian ibu (AKI). Edukasi sejak dini diharapkan mendorong masyarakat untuk menerapkan langkah pencegahan mandiri, seperti menjaga kebersihan area genital dan rutin melakukan kunjungan nifas ke fasilitas kesehatan.
Penulis: Nur Laili Ramadani & Hariza Diyanati Ummi Robi’ (Kelompok B8 PKK A23 FKp Unair)
Editor: Nandyta Putri Rahmadhani (Airlangga Nursing Journalist)





