Mahasiswa PKK Kelompok A5 Tingkatkan Kemandirian Personal Hygiene Pasien Gangguan Jiwa di UPTD Liponsos Keputih

NERS NEWS — Surabaya — Mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan dan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) di Barak B UPTD Liponsos Keputih Surabaya pada Rabu (3/6/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kemampuan pasien gangguan jiwa dalam melakukan perawatan diri (personal hygiene) secara mandiri sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan mereka.

Kegiatan diawali dengan penyuluhan kesehatan mengenai pentingnya perawatan diri yang meliputi mandi, menggosok gigi, keramas, mencuci tangan, menjaga kebersihan kuku, serta berpakaian rapi. Materi disampaikan secara interaktif melalui metode ceramah, demonstrasi, dan re-demonstrasi menggunakan media presentasi, leaflet, serta alat kebersihan diri. Peserta diajak memahami dampak yang dapat terjadi apabila kebersihan diri tidak dijaga, baik terhadap kesehatan fisik maupun psikososial.

Setelah penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) stimulasi persepsi melalui permainan tebak gambar personal hygiene. Dalam permainan tersebut, peserta secara bergiliran mengambil kartu bergambar alat kebersihan diri dan kartu instruksi yang mengharuskan mereka menyebutkan nama alat, fungsi, waktu penggunaan, maupun memperagakan cara penggunaannya. Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme karena peserta aktif berpartisipasi dalam menjawab pertanyaan serta melakukan demonstrasi sederhana di depan kelompok.

Aprilivia Alfiatun Nikmah selaku Penanggung Jawab Penyuluhan menyampaikan bahwa edukasi mengenai personal hygiene merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan kemandirian pasien gangguan jiwa. “Perawatan diri merupakan kebutuhan dasar yang sering mengalami gangguan pada pasien dengan masalah kesehatan jiwa. Melalui penyuluhan ini kami berharap peserta semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan diri sehingga mampu meningkatkan kesehatan, kenyamanan, dan rasa percaya diri dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Pada sesi Terapi Aktivitas Kelompok, Muhammad Dendi Priatna selaku Leader TAK menjelaskan bahwa pendekatan permainan dipilih agar proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan mudah dipahami oleh peserta. “Melalui permainan tebak gambar, peserta tidak hanya belajar mengenali alat-alat personal hygiene, tetapi juga berlatih mengingat fungsi dan cara penggunaannya. Aktivitas kelompok seperti ini dapat meningkatkan konsentrasi, interaksi sosial, sekaligus memotivasi peserta untuk lebih mandiri dalam merawat dirinya,” ungkapnya.

Salah satu peserta mengaku senang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang diberikan oleh mahasiswa. “Saya senang karena kegiatannya tidak membosankan. Tadi saya jadi ingat lagi cara menjaga kebersihan diri dan bisa ikut bermain bersama teman-teman. Saya ingin lebih rajin mandi, gosok gigi, dan menjaga kebersihan setiap hari,” tuturnya.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi peran mahasiswa keperawatan dalam memberikan edukasi kesehatan dan rehabilitasi psikososial kepada pasien gangguan jiwa. Melalui kombinasi penyuluhan dan terapi aktivitas kelompok, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru tetapi juga kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan yang mendukung kemandirian dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini mendukung pencapaian beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu:

  • SDGs 3: Good Health and Well-Being (Kesehatan yang baik dan kesejahteraan)
  • SDGs 4: Quality Education (Pendidikan bermutu)
  • SDGs 10: Reduced Inequalities (Berkurangnya kesenjangan)
  • SDGs 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan)

Melalui edukasi dan terapi aktivitas kelompok, kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan, kesejahteraan psikososial, serta pemberdayaan pasien gangguan jiwa sebagai bagian dari kelompok rentan di masyarakat.

Penyuluhan kesehatan dan Terapi Aktivitas Kelompok yang dilaksanakan di UPTD Liponsos Keputih Surabaya berlangsung dengan lancar dan mendapatkan respons positif dari peserta. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan motivasi dan kemampuan pasien dalam menjaga kebersihan diri secara mandiri sehingga dapat mendukung kesehatan fisik, kesejahteraan psikologis, serta kualitas hidup yang lebih baik.

Penulis: Muhammad Dendi Priatna