Mahasiswa PKK Kelompok B5 Fakultas Keperawatan Gelar PKRS “Kenali Sesak Napas: Deteksi Dini Cegah Bahaya”

NERS NEWS – Mahasiswa Program Kegiatan Klinik (PKK) Fakultas Keperawatan melaksanakan kegiatan Pendidikan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) bertema “Kenali Sesak Napas: Deteksi Dini
Cegah Bahaya” pada Jumat, 10 April 2026 di ruang ICU-ICCU Rumah Sakit Universitas
Airlangga
. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga dalam
mengenali tanda bahaya sesak napas sejak dini.

Kegiatan PKRS ini diawali dengan pemberian materi edukasi mengenai pengertian sesak
napas, tanda dan gejala yang perlu diwaspadai, serta cara deteksi dini dan penanganan awal.
Mahasiswa juga menjelaskan pentingnya memantau kondisi pernapasan, seperti frekuensi
napas, penggunaan otot bantu napas, dan perubahan warna kulit. Selain itu, peserta diberikan
leaflet sebagai media edukasi agar informasi dapat dipahami dan diingat dengan lebih baik.

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa PKK Fakultas Keperawatan sebagai pelaksana, dengan
pendampingan dari perawat ruangan ICU-ICCU. Sasaran kegiatan adalah pasien dan keluarga
pasien yang berada di ruang intensif. Kegiatan dilaksanakan pada hari Jumat, 10 April 2026,
bertempat di ruang ICU-ICCU Rumah Sakit Universitas Airlangga, Surabaya.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat
dalam mengenali tanda-tanda awal sesak napas sehingga dapat segera mengambil tindakan
yang tepat. Latar belakang kegiatan ini didasari oleh tingginya risiko komplikasi akibat
keterlambatan penanganan gangguan pernapasan. Manfaat yang diharapkan adalah
meningkatnya pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam menjaga kesehatan sistem pernapasan.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs),
khususnya tujuan ke-3 yaitu “Good Health and Well-being” yang berfokus pada peningkatan
kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Melalui kegiatan PKRS ini, diharapkan pasien dan keluarga dapat lebih waspada terhadap gejala sesak napas dan mampu melakukan deteksi dini untuk mencegah kondisi yang lebih
serius. Mahasiswa keperawatan sebagai agen edukasi kesehatan diharapkan terus berperan
aktif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.