
NERS NEWS – Penyuluhan kesehatan mengenai penerapan gaya hidup sehat sebagai upaya pencegahan hipertensi telah dilaksanakan oleh Kelompok A7 pada Jumat, 6 Maret 2026 pukul 09.00 WIB di ruang tunggu UPTD Puskesmas Kalijudan dengan sasaran pasien dan para pendampingnya. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk edukasi promotif dan preventif guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, khususnya dalam mencegah terjadinya hipertensi yang saat ini menjadi salah satu penyakit tidak menular dengan angka kejadian yang cukup tinggi di masyarakat. Dalam pelaksanaannya, penyuluhan dilakukan secara langsung dengan metode ceramah interaktif yang dikombinasikan dengan komunikasi dua arah, sehingga peserta tidak hanya menerima informasi tetapi juga dapat bertanya dan berdiskusi terkait kondisi kesehatan yang mereka alami. Materi yang disampaikan meliputi pengertian hipertensi, faktor risiko yang dapat memicu terjadinya hipertensi, serta langkah-langkah pencegahan melalui perubahan gaya hidup, seperti menerapkan pola makan sehat rendah garam dan lemak, meningkatkan konsumsi buah dan sayur, melakukan aktivitas fisik secara rutin, mengelola stres dengan baik, serta menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol. Selain itu, penyuluh juga memberikan contoh sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar peserta lebih mudah memahami dan mengaplikasikan materi yang telah diberikan.
Peserta kegiatan terdiri dari pasien yang sedang menunggu pelayanan kesehatan serta pendamping yang berada di ruang tunggu, yang secara umum menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Hal ini terlihat dari keaktifan peserta dalam mengikuti jalannya penyuluhan serta keterlibatan mereka dalam sesi tanya jawab. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pencegahan hipertensi serta masih banyaknya kebiasaan hidup tidak sehat yang menjadi faktor risiko utama, seperti konsumsi makanan tinggi garam, kurangnya aktivitas fisik, dan tingginya tingkat stres dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik serta termotivasi untuk melakukan perubahan perilaku ke arah yang lebih sehat secara bertahap dan berkelanjutan.
Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, kegiatan penyuluhan ini juga memiliki keterkaitan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs 3 yaitu Good Health and Well-Being yang berfokus pada peningkatan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat melalui upaya pencegahan penyakit, SDGs 4 yaitu Quality Education yang diwujudkan melalui pemberian edukasi kesehatan secara langsung kepada masyarakat, serta SDGs 17 yaitu Partnerships for the Goals yang tercermin dari adanya kerja sama antara mahasiswa sebagai penyuluh dengan pihak fasilitas pelayanan kesehatan dalam menyelenggarakan kegiatan ini.
Secara keseluruhan, kegiatan penyuluhan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan hipertensi melalui gaya hidup sehat. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, memperkuat peran institusi pendidikan dalam pengabdian kepada masyarakat, serta mendukung tercapainya target pembangunan kesehatan yang berkelanjutan.
Penulis: Kelompok A7
Editor: Raffa Nadiya Primatiana (Airlangga Nursing Journalist)





