Mahasiswa Profesi Ners FKp Unair Gelar Edukasi Pentingnya ASI Eksklusif dan Pijat Laktasi di Ruang Bayi RSUD Dr. Soetomo Surabaya

NERS NEWS — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Kelompok 1 Angkatan B27 Stase Keperawatan Anak telah melaksanakan kegiatan PKRS pada Jumat, 15 Mei 2026. Kegiatan ini diselenggarakan secara langsung di Ruang Bayi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo Surabaya.

PKRS ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan praktik profesi Ners yang bertujuan untuk memenuhi kompetensi mahasiswa. Selain itu, kegiatan ini bertujuan agar Ibu mampu memahami pentingnya pemberian ASI eksklusif serta mampu mengetahui dan menerapkan pijat laktasi sebagai salah satu upaya untuk membantu kelancaran produksi ASI.

ASI eksklusif menurut World Health Organization (WHO, 2019) adalah memberikan hanya ASI saja tanpa memberikan makanan dan minuman lain kepada bayi sejak lahir sampai berumur 6 bulan (Humune et al., 2020). Pemberian ASI menurun kemenkes promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat dapat mencegah bayi terserang penyakit, membantu perkembangan otak dan fisik bayi. Namun masih banyak bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif sejak dari lahir dikarenakan kurangnya dukungan suami dan keluarga rendah, budaya keluarga, keberhasilan IMD, serta pengetahuan ibu mengenai pentingnya ASI Eksklusif bayi bayi.

Data dari Profil Kesehatan Indonesia tahun 2021, cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia sebesar 69,7%. Persentase pemberian ASI eksklusif 6 bulan di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2020 sebesar 61% pada tahun 2021 sebesar 70,4% dan pada tahun 2022 sebesar 69,72% (Kemenkes RI, 2021). Salah satu faktor Ibu menyusui masih banyak yang tidak memberikan ASI kepada bayinya karena pengetahuan ibu yang kurang dan pengalaman ibu yang kurang.

Salah satu upaya dalam meningkatkan pengetahuan Ibu mengenai ASI eksklusif yakni dengan meningkatkan pemahaman Ibu melalui Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) Pentingnya ASI eksklusif dan Pijat Laktasi. Edukasi diberikan melalui media leaflet agar lebih mudah dipahami oleh Ibu, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan. Penyuluhan ini, mahasiswa menyampaikan beberapa materi mengenai ASI eksklusif dan pijat laktasi diantaranya definisi ASI eksklusif, manfaat ASI eksklusif bagi ibu dan bayi, posisi menyusui dan perlekatan yang baik dan benar, cara memerah ASI, cara menyimpan ASI, dan bagaimana pijat laktasi yang tepat.

Kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ketiga, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua usia. Pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan status kesehatan bayi, mencegah penyakit infeksi, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Selain itu, edukasi mengenai pijat laktasi diharapkan dapat membantu ibu menyusui dalam meningkatkan kenyamanan serta kelancaran produksi ASI.

Salah satu anggota kelompok, Amelia menyampaikan pentingnya edukasi mengenai ASI eksklusif dan pijat laktasi pada ibu menyusui. “ASI eksklusif memiliki banyak manfaat bagi bayi maupun ibu. Selain memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, ASI juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi. Melalui edukasi ini, kami berharap ibu dapat lebih percaya diri dalam menyusui serta mampu menerapkan pijat laktasi untuk membantu memperlancar produksi ASI,” ujarnya.

Ibu pasien yang hadir terlihat menyimak materi dengan baik dan antusias selama kegiatan berlangsung. Hal ini terlihat dari keaktifan peserta dalam mengajukan pertanyaan selama sesi diskusi. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para ibu dapat lebih memahami pentingnya pemberian ASI eksklusif dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari demi mendukung kesehatan dan tumbuh kembang bayi secara optimal.

Penulis: Luluk Mursidah Mukhofi