Mahasiswa Profesi Ners FKp Unair Gelar Edukasi Skrining Kehamilan di IRJ Obgyn RSUD Dr. Soetomo Surabaya

NERS NEWS — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Kelompok 1 Angkatan B27 Stase Keperawatan Maternitas telah melaksanakan kegiatan PKRS pada pukul 10.00 hari kamis, 4 Juni 2026. Kegiatan ini diselenggarakan secara langsung di Ruang tunggu IRJ Obgyn Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo Surabaya.

PKRS ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan praktik profesi Ners yang bertujuan untuk memenuhi kompetensi mahasiswa. Selain itu, kegiatan ini bertujuan agar pasien dan/atau keluarga dapat memahami pentingnya skrining kehamilan sebagai upaya deteksi dini faktor risiko dan komplikasi selama kehamilan sehingga dapat mendukung kesehatan ibu dan janin.

Skrining kehamilan merupakan serangkaian pemeriksaan yang dilakukan secara berkala dari awal kehamilan hingga proses persalinan untuk memonitor kesehatan ibu dan janin agar tercapai kehamilan yang optimal. Manfaat skrining kehamilan bagi ibu dan janin meliputi deteksi dini penyakit atau komplikasi kehamilan, memantau proses kehamilan untuk memastikan kondisi kesehatan ibu dan pertumbuhan janin, dan meningkatkan serta mempertahankan kesehatan ibu dan bayi. Oleh karena itu, kepatuhan ibu hamil dalam melakukan skrining kehamilan secara rutin sangat diperlukan.

Skrining kehamilan dilakukan sesuai dengan jadwal berdasarkan usia kehamilan, yaitu usia kehamilan <24 minggu setiap 4 minggu, usia kehamilan 24-32 minggu setiap 3 minggu, usia kehamilan 32-36 minggu setiap 2 minggu, dan usia kehamilan > 36 minggu setiap 1 minggu atau sewaktu-waktu jika ada keluhan.

Jenis skrining kehamilan meliputi pemeriksaan fisik, laboratorium, dan penunjang. Pada kegiatan ini juga dijelaskan berbagai jenis skrining penting selama kehamilan, antara lain skrining preeklampsia, diabetes melitus gestasional, HIV, sifilis, hepatitis B, serta Skrining hemoglobin. Pemeriksaan ini penting untuk mendeteksi penyakit infeksi maupun non-infeksi yang dapat berdampak pada ibu dan janin apabila tidak ditangani sejak dini.

Selain itu, ibu hamil juga perlu memahami tanda dan faktor risiko yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, seperti tekanan darah tinggi, keluhan tertentu pada kehamilan, riwayat penyakit sebelumnya, serta hasil pemeriksaan yang tidak normal. Dengan memahami hal tersebut, ibu hamil diharapkan dapat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila ditemukan tanda bahaya atau kondisi yang tidak sesuai.

Penyuluhan ini menggunakan media leaflet agar materi lebih mudah dipahami oleh pasien dan keluarga. Pada sesi edukasi, mahasiswa menyampaikan materi mengenai pengertian skrining kehamilan, manfaat, jadwal pemeriksaan, jenis skrining penting selama kehamilan, serta pentingnya kepatuhan dalam melakukan skrining kehamilan secara rutin.

Kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ketiga, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua usia. Melalui edukasi skrining kehamilan ini, diharapkan ibu hamil dan keluarga dapat lebih sadar akan pentingnya pemeriksaan rutin dan mampu mendeteksi risiko kehamilan secara dini sehingga komplikasi dapat dicegah.

Salah satu anggota kelompok, Ana, menyampaikan bahwa skrining kehamilan merupakan langkah penting dalam mencegah komplikasi. “Skrining kehamilan memungkinkan deteksi dini risiko pada ibu dan janin sehingga dapat segera dilakukan penanganan yang tepat. Kami berharap ibu hamil semakin memahami pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin,” ujarnya.

Ibu hamil dan keluarga yang hadir terlihat menyimak materi dengan baik dan antusias selama kegiatan berlangsung. Hal ini terlihat dari keaktifan peserta dalam mengajukan pertanyaan selama sesi diskusi. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan ibu hamil semakin memahami pentingnya skrining kehamilan secara rutin sebagai upaya menjaga kesehatan ibu dan janin.

Penulis: Luluk Mursidah Mukhofi