Mahasiswa Profesi Ners Unair Berikan Penyuluhan “Edukasi Sadari dan Sadanis Sebagai Upaya Deteksi Dini Kanker Payudara” pada Kegiatan Posyandu Keluarga (POSGA) di RT 01 RW 02 Kelurahan Klampis Ngasem, Kecamatan Sukolilo, Surabaya

NERS NEWS — Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan yang berjudul “Edukasi Sadari dan Sadanis Sebagai Upaya Deteksi Dini Kanker Payudara” di RT 01 RW 02 Kelurahan Klampis Ngasem, Kecamatan Sukolilo, Surabaya dalam rangka kegiatan Posyandu Keluarga (POSGA) yang dilaksanakan pada Senin (14/9/2026) pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk edukasi kesehatan kepada masyarakat yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yaitu (Good Health and Well-Being) melalui upaya peningkatan pengetahuan dan kesadaran terkait pentingnya deteksi dini kanker payudara.

Penyuluhan ini diselenggarakan oleh mahasiswa Profesi Ners Unair dengan sasaran warga yang terdiri dari ibu-ibu yang sedang mengikuti kegiatan posyandu keluarga. Kegiatan dipandu oleh Rimma Murti selaku moderator, sementara penyampaian materi dilakukan oleh Sindy Rahma Maisaroh dan Nur Laila Maulida. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya meningkatkan pemahaman peserta mengenai bagaimana cara untuk mendeteksi dini timbulnya kanker payudara.

Materi yang diberikan meliputi definisi sadari dan sadanis, tujuan pemeriksaan, langkah-langkah melakukan sadari, waktu yang tepat untuk melakukan sadari. Pemateri menjelaskan bahwa sadari merupakan pemeriksaan payudara sendiri yang dapat dilakukan secara rutin untuk mengenali perubahan pada payudara sejak dini. Masyarakat juga perlu memahami bahwa perubahan seperti benjolan, perubahan bentuk atau ukuran payudara, perubahan kulit, puting tertarik ke dalam, maupun keluarnya cairan yang tidak normal dari puting perlu diperiksakan lebih lanjut. Selain itu, sadanis dilakukan oleh tenaga kesehatan sebagai pemeriksaan klinis untuk mendeteksi adanya kelainan payudara sehingga dapat dilakukan penanganan lebih lanjut apabila ditemukan tanda yang mencurigakan.

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui metode ceramah dan sesi tanya jawab. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan seputar sadari dan sadanis. Peserta terlihat antusias dan melontarkan beberapa pertanyaan terkait deteksi dini kanker payudara dengan sadari dan sadanis. Kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat, khususnya perempuan, mengenai pentingnya deteksi dini kanker payudara. Dengan pemahaman yang lebih baik, peserta diharapkan mampu melakukan deteksi dini kanker payudara secara mandiri serta segera mencari pertolongan ke pelayanan kesehatan apabila menemukan tanda gejala yang mengacu pada kanker payudara.

Penulis: Nandika Amelia Dewi Pratama