Mahasiswa Profesi Ners Unair Gelar Penyuluhan “Bahaya Merokok pada Remaja” di Balai RW 07 Dukuh Sutorejo

NERS NEWS — Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan mengenai “Bahaya Merokok pada Remaja” kepada remaja di RW 07 Dukuh Sutorejo, Surabaya, pada Selasa, 8 September 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di Balai RW 07 Dukuh Sutorejo ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai bahaya merokok, dampaknya bagi kesehatan, serta pentingnya mencegah dan menghentikan perilaku merokok sejak usia remaja.

Perilaku merokok masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian, khususnya pada kelompok remaja. Masa remaja merupakan periode yang rentan terhadap pengaruh lingkungan sosial, keluarga, teman sebaya, serta paparan media yang dapat mempengaruhi keputusan untuk mencoba maupun mempertahankan kebiasaan merokok. Hasil pengkajian di wilayah RW 07 Dukuh Sutorejo menunjukkan bahwa sebagian remaja pernah mencoba rokok konvensional maupun rokok elektrik, dengan pengaruh teman sebaya menjadi salah satu faktor yang paling banyak melatarbelakangi perilaku tersebut.

Sebagai bentuk implementasi peran perawat dalam upaya promotif dan preventif, mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Kelompok 1, 2, dan 3 Puskesmas Kalijudan menyelenggarakan edukasi kesehatan dengan tema “Bahaya Merokok pada Remaja”. Kegiatan dilaksanakan di Balai RW 07 Dukuh Sutorejo dengan sasaran remaja. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif dan tanya jawab, serta demonstrasi sederhana mengenai dampak asap rokok. Media yang digunakan berupa presentasi PowerPoint dan prototipe demonstrasi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, serta pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta. Selanjutnya, peserta mendapatkan materi mengenai konsep merokok, jenis atau tipe perokok, bahaya merokok, alasan seseorang perlu berhenti merokok, langkah-langkah berhenti merokok, serta upaya pencegahan dan penghentian perilaku merokok. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi sederhana mengenai dampak asap rokok, diskusi dan tanya jawab, serta post-test sebagai evaluasi peningkatan pemahaman peserta.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan mampu mengetahui dan menjelaskan bahaya merokok bagi diri sendiri maupun orang di sekitarnya. Selain itu, edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran remaja untuk menghindari perilaku merokok serta mendorong penerapan perilaku hidup yang lebih sehat. Evaluasi kegiatan dalam pre-planning menargetkan adanya peningkatan pengetahuan peserta minimal 80% berdasarkan perbandingan hasil pre-test dan post-test.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3 (Good Health and Well-Being) melalui upaya promotif dan preventif dalam mencegah dampak buruk penggunaan rokok pada remaja, serta SDGs 4 (Quality Education) melalui pemberian edukasi kesehatan yang mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan remaja.

Melalui kegiatan penyuluhan kesehatan ini, diharapkan remaja di RW 07 Dukuh Sutorejo semakin memahami bahaya merokok bagi kesehatan, mampu mengenali faktor yang dapat mendorong perilaku merokok, serta memiliki kesadaran untuk mencegah dan menghentikan perilaku merokok. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kesehatan remaja di masyarakat.

Penulis: Nurul Maghfiroh dkk.