
NERS NEWS — Surabaya – Mahasiswa Program Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan masyarakat dengan tema “Jiwa Tenang, Pikiran Cemerlang: Singkirkan Emosi Negatif dengan Ketukan SEFT dan Afirmasi Lima Jari” di Ruang Puri Anggrek Rumah Sakit Menur Surabaya pada Minggu (14/6/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi dan pelatihan keterampilan mandiri kepada pasien gangguan jiwa dalam mengelola emosi negatif melalui pendekatan terapi komplementer.
Kegiatan penyuluhan yang diikuti oleh 11 pasien rawat inap terdiri atas 6 laki-laki dan 5 perempuan ini dilaksanakan mulai pukul 15.15 WIB hingga selesai. Meskipun mengalami keterlambatan 15 menit dari jadwal awal, seluruh rangkaian acara berhasil diselesaikan sesuai dengan alokasi waktu yang ditetapkan. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) dan Hipnosis Lima Jari, manfaat kedua teknik bagi kesehatan jiwa, serta praktik langsung yang didampingi oleh fasilitator. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif, demonstrasi, dan diskusi, dengan didukung media leaflet, poster, serta musik relaksasi.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Kelompok 1 Puri Anggrek ini merupakan bagian dari praktik profesi stase keperawatan jiwa di bawah bimbingan akademik Prof. Dr. Ah. Yusuf S., S.Kp., M.Kes dan Dr. Rizki Fitriyasari PK, S.Kep., Ns., M.Kep, serta pembimbing klinik Lingling Marida Palupi, S.Kep., Ns., M.Kep. Penyuluhan bertujuan membekali pasien dengan kemampuan koping adaptif dalam menghadapi kecemasan, ketakutan, dan tekanan emosional yang dialami selama masa perawatan, sehingga dapat mendukung proses pemulihan kesehatan jiwa secara holistik. Kegiatan ini sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-Being) serta Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas (Quality Education).
Narasumber dari tim pelaksana menyampaikan bahwa antusiasme peserta terlihat cukup baik, dengan dua orang peserta mampu mengikuti seluruh instruksi relaksasi hingga akhir kegiatan. Sesi diskusi yang berlangsung interaktif juga memberikan ruang bagi peserta untuk bertanya dan berbagi pengalaman terkait emosi negatif yang mereka rasakan. Seluruh peserta menyatakan kesediaannya untuk mempraktikkan teknik SEFT dan Hipnosis Lima Jari secara mandiri sebagai bagian dari strategi pengelolaan emosi dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan penyuluhan ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas hidup pasien gangguan jiwa melalui penguatan kapasitas individu dalam mengelola emosi secara adaptif. Ke depan, kolaborasi antara institusi pendidikan dan rumah sakit jiwa perlu terus ditingkatkan guna memperluas akses edukasi kesehatan jiwa berbasis bukti, sekaligus mengimplementasikan peran perawat profesional dalam mendukung transformasi layanan kesehatan jiwa di Indonesia dan pencapaian target SDGs.
Penulis: Kelompok 1 Puri Anggrek





