
NERS NEWS — Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (Unair) Kelompok 5 Angkatan 49 menyelenggarakan kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) bertajuk “Kegawatdaruratan pada Mata” di ruang tunggu Poli Mata Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) pada Jumat, 25 September 2026 pukul 09.30 WIB hingga selesai. Edukasi ini ditujukan kepada pasien serta keluarga sebagai upaya meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan pemahaman mengenai deteksi dini serta pertolongan pertama pada kondisi gawat darurat mata guna mencegah risiko kecacatan hingga kebutaan permanen.
Penyuluhan dilaksanakan secara langsung menggunakan kombinasi metode ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab (brainstorming), yang didukung oleh media edukasi berupa poster dan leaflet. Acara dipandu oleh Eka Dwi Wulan Ambarwati selaku moderator, dengan pemaparan materi inti yang disampaikan secara runtut oleh pemateri mahasiswa, yaitu Eka Oktaviana Febiyanti dan Laili Rahmawati. Isi edukasi mencakup pengertian kegawatdaruratan mata, klasifikasi tingkat kegawatan (sangat gawat, gawat, dan semi gawat), aneka bentuk trauma mata (trauma tumpul, luka tembus, trauma kimiawi, paparan radiasi, hingga gigitan serangga), serta tanda-tanda bahaya yang patut diwaspadai seperti penurunan tajam penglihatan mendadak, nyeri hebat, sensasi benda asing, dan perdarahan intraokular. Selain itu, mahasiswa turut mengupas tuntas hoax dan fakta seputar mata, seperti bahaya mengucek mata saat kemasukan serpihan serta larangan meneteskan air daun sirih yang tidak steril pada mata.
Kegiatan yang berlangsung tertib dan kondusif ini dihadiri oleh belasan pasien dan keluarga yang berada di ruang tunggu Poli Mata RSUA. Seluruh rangkaian kegiatan dikoordinasikan secara mandiri oleh tim mahasiswa kelompok, termasuk keterlibatan Muhammad Ubaidillah, Amanda Mutiara Dewi, Najwa Insania Sabila, dan Jihan Nadira Wardhani dalam memfasilitasi jalannya acara. Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi sepanjang sesi diskusi, khususnya saat membahas langkah pertolongan pertama pada luka bakar zat kimia, seperti kewajiban membilas mata dengan air mengalir secara segera minimal 20 menit sebelum bergegas ke rumah sakit, serta penegasan untuk tidak mencabut sendiri benda tajam yang menancap pada bola mata.

Edukasi preventif ini dilaksanakan untuk menekan angka komplikasi cedera penglihatan di tengah masyarakat akibat keterlambatan atau kesalahan penanganan awal. Inisiatif ini juga menjadi bentuk aksi nyata mahasiswa Fakultas Keperawatan Unair dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-Being).
“Melalui pemahaman yang tepat mengenai kegawatdaruratan mata, keluarga dan pasien diharapkan dapat lebih tanggap, tidak panik, serta menghindari tindakan berbahaya seperti mengucek atau mencoba menetralkan bahan kimia sendiri, sehingga pertolongan yang diberikan tepat waktu dan penglihatan pasien dapat terselamatkan,” tutur perwakilan tim pelaksana PKRS
Melalui kegiatan PKRS ini, para peserta diharapkan mampu mengenali tanda bahaya serta melakukan langkah pertolongan pertama yang tepat pada cedera mata sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Kegiatan ini menegaskan komitmen berkelanjutan mahasiswa Fakultas Keperawatan Unair dalam mengedukasi masyarakat demi terwujudnya derajat kesehatan mata yang optimal.
Integrasi SDGs:
- SDGs 3: Good Health and Well-Being (Menjamin kehidupan yang sehat serta mendukung kesejahteraan melalui edukasi pencegahan kebutaan dan perawatan cedera mata yang tepat)
- SDGs 4: Quality Education (Pemberian edukasi literasi kesehatan aplikatif bagi masyarakat umum di lingkungan rumah sakit)
Penulis: Muhammad Ubaidillah





