
NERS NEWS — Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (Unair), Stase Komunitas dan Keluarga Gelombang 2 melaksanakan kegiatan Pokja Kesehatan Lansia di Posyandu Keluarga, Balai RW 01 Kelurahan Gebang Putih, Kecamatan Sukolilo, Surabaya, pada Senin, 7 September 2026.
Kegiatan yang menyasar lansia di RW 01 tersebut mengangkat tema “Edukasi Pengelolaan Diabetes Mellitus pada Lansia dengan Inovasi Puding Labu Rendah Gula.” Edukasi diberikan untuk meningkatkan pemahaman lansia mengenai pengelolaan Diabetes Mellitus melalui penerapan pola makan sehat, khususnya prinsip diet 3J (Tepat Jadwal, Tepat Jumlah, dan Tepat Jenis). Selain itu, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pemilihan makanan yang dianjurkan dan perlu dibatasi, pembatasan gula tambahan, aktivitas fisik sesuai kemampuan, kepatuhan mengonsumsi obat dan melakukan kontrol kesehatan, serta pemilihan camilan yang lebih sehat.
Sebagai bentuk inovasi, mahasiswa memperkenalkan puding labu rendah gula sebagai salah satu alternatif camilan bagi lansia dengan Diabetes Mellitus. Labu kuning dipilih sebagai bahan utama karena mengandung serat dan berbagai komponen bioaktif yang dapat menjadi bagian dari pola makan sehat.
Dalam demonstrasi pengolahan, puding dibuat menggunakan 250 gram labu kuning yang telah dikukus, 400 ml susu rendah lemak tanpa gula, satu sachet agar-agar plain, pemanis rendah kalori, vanila, dan sedikit garam. Kuning telur dapat ditambahkan secara opsional untuk memperoleh tekstur puding yang lebih lembut.

Proses pembuatan diawali dengan mengukus labu kuning hingga empuk, kemudian menghaluskannya. Labu yang telah dihaluskan dicampurkan dengan susu, agar-agar, pemanis rendah kalori, vanila, dan sedikit garam. Seluruh bahan diaduk hingga merata, kemudian dimasak dengan api sedang sambil terus diaduk hingga mendidih. Setelah matang, adonan dituangkan ke dalam cetakan dan didinginkan hingga puding siap disajikan.
Mahasiswa menekankan bahwa puding labu rendah gula bukan pengganti obat maupun terapi Diabetes Mellitus, melainkan salah satu pilihan camilan yang dapat mendukung penerapan pola makan sehat dengan membatasi penggunaan gula tambahan.
Kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan interaktif. Para lansia tampak antusias mengikuti edukasi serta aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap lansia semakin memahami pentingnya pengelolaan Diabetes Mellitus, terutama dalam memilih makanan dan camilan sehari-hari, serta mampu memanfaatkan bahan pangan sederhana seperti labu kuning menjadi olahan yang lebih sehat dan menarik.
Penulis: Danella Aura Shiifa





