
NERS NEWS — Surabaya, Rabu, 8 Juli 2026 — Kelompok Alamanda mahasiswa Profesi Keperawatan Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Stase Jiwa melaksanakan kegiatan Pendidikan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) bertema “Self-Harm” di ruang Poliklinik Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja (Polik Keswara) Rumah Sakit Jiwa Menur. Kegiatan ini ditujukan kepada orang tua anak yang berkunjung ke Polik Keswara sebagai upaya meningkatkan pemahaman mengenai perilaku menyakiti diri sendiri (self-harm) pada anak dan remaja.
Self-harm merupakan tindakan menyakiti diri sendiri tanpa tujuan bunuh diri yang sering ditemukan pada anak dan remaja. Melalui kegiatan ini, orang tua diberikan pemahaman mengenai pengertian, tanda dan gejala, faktor penyebab, dampak, langkah penanganan awal, serta upaya pencegahan self-harm.

Materi disampaikan secara langsung oleh enam mahasiswa Profesi Keperawatan Ners dengan menggunakan media edukasi berupa leaflet. Sebanyak 11 orang tua mengikuti kegiatan penyuluhan dan menerima informasi yang diberikan. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab secara aktif.
Salah satu orang tua peserta mengajukan pertanyaan mengenai cara menghadapi anak yang sedang mengalami tantrum, upaya mencegah terjadinya self-harm, serta menanyakan apakah kebiasaan anak yang sering menggigit jari akibat mengalami perundungan dapat dikategorikan sebagai perilaku self-harm. Pertanyaan tersebut dijawab dan didiskusikan bersama oleh tim mahasiswa berdasarkan materi yang telah disampaikan.

Kegiatan penyuluhan berlangsung secara interaktif dengan pendampingan dari Pembimbing Klinik, Mardliyah Hayati, S.Kep., Ns. Melalui kegiatan ini, orang tua diharapkan semakin memahami pentingnya mengenali tanda-tanda self-harm sejak dini, memberikan dukungan emosional kepada anak, serta mengetahui langkah yang tepat apabila menemukan perilaku tersebut.
Pelaksanaan PKRS ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3 (Good Health and Well-Being), khususnya target 3.4 yang berfokus pada peningkatan kesehatan mental dan kesejahteraan melalui upaya promotif, preventif, dan edukatif. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya orang tua, dalam mencegah terjadinya self-harm pada anak dan remaja serta menciptakan lingkungan yang lebih mendukung kesehatan mental anak.
Penulis: Apriyanti Rambu Ngana





