
NERS NEWS — Surabaya, 9 Juli 2026 – Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Kelompok D1.3 melaksanakan kegiatan Pendidikan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dengan tema “Penatalaksanaan Ketuban Pecah Dini (KPD)” pada hari Kamis, 9 Juli 2026 pukul 11.00 WIB. Kegiatan ini diselenggarakan di Ruang Tunggu Verlos Kamer (VK) Lantai 5 Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya dengan sasaran keluarga pasien yang sedang menunggu anggota keluarganya menjalani perawatan maupun persalinan di ruang VK.
Kegiatan PKRS ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga pasien mengenai Ketuban Pecah Dini (KPD), sehingga mereka mampu memahami kondisi tersebut, mengetahui langkah-langkah penatalaksanaan yang tepat, serta mengenali tanda bahaya yang memerlukan penanganan segera oleh tenaga kesehatan. Edukasi kepada keluarga diharapkan dapat meningkatkan dukungan terhadap ibu hamil yang mengalami KPD sehingga risiko terjadinya komplikasi pada ibu maupun janin dapat diminimalkan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh moderator, dilanjutkan dengan perkenalan anggota kelompok serta penyampaian tujuan penyuluhan kepada seluruh peserta. Sebelum penyampaian materi, pemateri terlebih dahulu melakukan apersepsi dengan menanyakan pengetahuan awal peserta mengenai Ketuban Pecah Dini. Selanjutnya, materi disampaikan secara sistematis menggunakan media PowerPoint dan leaflet, sehingga peserta lebih mudah memahami informasi yang diberikan.

Materi yang disampaikan meliputi pengertian Ketuban Pecah Dini (KPD), tanda dan gejala KPD, pentingnya ibu dengan KPD menjalani perawatan di kamar bersalin, aturan yang harus dipatuhi selama menjalani perawatan, seperti membatasi aktivitas sesuai anjuran tenaga kesehatan, menjaga kebersihan area kewanitaan, tidak melakukan pemeriksaan dalam secara mandiri, serta pentingnya memantau gerakan janin. Selain itu, pemateri juga menjelaskan berbagai kondisi yang mengharuskan ibu atau keluarga segera melaporkan kepada bidan atau dokter, seperti munculnya demam, perubahan warna atau bau cairan ketuban, keluarnya darah dari jalan lahir, nyeri perut hebat, kontraksi yang semakin kuat dan teratur, hingga berkurangnya gerakan janin.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang baik. Hal ini terlihat dari perhatian peserta selama pemaparan materi, interaksi yang aktif antara pemateri dan peserta, serta keikutsertaan peserta dalam sesi diskusi. Pada sesi tanya jawab, terdapat satu orang peserta yang mengajukan pertanyaan mengenai penyebab terjadinya Ketuban Pecah Dini (KPD). Pemateri menjelaskan bahwa KPD dapat disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya infeksi pada jalan lahir atau selaput ketuban, kehamilan kembar, jumlah cairan ketuban yang berlebihan (polihidramnion), riwayat KPD pada kehamilan sebelumnya, kelainan pada leher rahim (serviks), trauma, maupun kebiasaan merokok yang dapat melemahkan selaput ketuban. Namun demikian, pada beberapa kasus penyebab pasti KPD tidak dapat diketahui secara jelas.
Di akhir kegiatan, pemateri melakukan evaluasi sederhana dengan memberikan beberapa pertanyaan kepada peserta terkait materi yang telah disampaikan. Peserta mampu menjawab pertanyaan dengan baik, sehingga menunjukkan bahwa materi yang diberikan dapat dipahami dengan baik oleh keluarga pasien. Kegiatan kemudian ditutup dengan penyampaian kesimpulan, pembagian leaflet sebagai media edukasi yang dapat dibaca kembali di rumah, serta sesi foto bersama sebagai dokumentasi kegiatan.
Melalui pelaksanaan PKRS ini diharapkan keluarga pasien dapat memiliki pengetahuan yang lebih baik mengenai Ketuban Pecah Dini, memahami pentingnya mengikuti anjuran tenaga kesehatan selama masa perawatan, serta mampu mengenali tanda bahaya yang memerlukan penanganan segera. Dengan meningkatnya pengetahuan keluarga, diharapkan mereka dapat memberikan dukungan yang optimal kepada ibu hamil sehingga proses perawatan berlangsung dengan aman dan komplikasi pada ibu maupun bayi dapat dicegah. Kegiatan PKRS berlangsung dengan lancar, tertib, dan mendapat respons positif dari seluruh peserta yang hadir.
Penulis: Diska Al Zetira





