
NERS NEWS — Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) bermain origami bagi pasien anak di Ruang IRNA 4 Pediatri RS Universitas Airlangga. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu mengurangi kecemasan hospitalisasi, meningkatkan kreativitas, serta melatih kemampuan motorik halus anak selama menjalani perawatan di rumah sakit.
Kegiatan terapi bermain dilaksanakan menggunakan media kertas origami dengan metode belajar sambil bermain yang menyenangkan. Anak-anak diajak membuat berbagai bentuk origami secara bertahap dengan pendampingan mahasiswa profesi ners. Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak aktif, bersemangat, dan mampu mengikuti setiap instruksi yang diberikan dengan baik. Suasana kegiatan berlangsung kondusif dan penuh keceriaan sehingga anak-anak dapat menikmati proses bermain sambil belajar.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga dengan pendampingan pembimbing klinik, Ners Iqbal Zamani, S.Kep., Ns., di Ruang IRNA 4 Pediatri RS Universitas Airlangga. Jumlah peserta yang hadir telah sesuai dengan target yang ditetapkan. Seluruh peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung, ditandai dengan keterlibatan aktif dalam setiap tahapan terapi bermain dan interaksi yang baik dengan mahasiswa maupun pendamping.
Antusiasme peserta juga terlihat dari respons positif yang diberikan selama kegiatan berlangsung. Salah satu pasien mengungkapkan rasa senangnya setelah mengikuti kegiatan terapi bermain origami. “Saya senang bisa main lipat-lipat kertas dan membuat bentuk yang lucu. Jadi tidak bosan di rumah sakit,” ujarnya dengan antusias. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi anak untuk tetap bermain dan berekspresi meskipun sedang menjalani perawatan.
Pelaksanaan terapi bermain origami ini dilatarbelakangi oleh kondisi hospitalisasi yang sering menimbulkan rasa takut, cemas, dan bosan pada anak. Melalui kegiatan bermain, anak diharapkan dapat mengekspresikan diri, meningkatkan kreativitas, melatih konsentrasi, serta mengurangi stres selama menjalani perawatan. Selain memberikan manfaat bagi perkembangan anak, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan bagi semua usia.
Penulis: Yekti Fitria Ardian





