Mahasiswa Unair Tingkatkan Kognitif Lansia melalui Terapi Tebak Gambar di UPTD Griya Wreda

NERS NEWS – Mahasiswa Kelompok PKK C1 Program Studi S1 Keperawatan Universitas Airlangga (Unair) telah melaksanakan kegiatan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) Lansia melalui permainan Tebak Gambar. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal Jum’at 10 April 2026 yang di mulai pukul 09.00 hingga 10.00 WIB bertempat di UPTD Griya Wreda, Kota Surabaya. Program ini dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan fungsi kognitif dan persepsi visual para lansia , di mana para peserta diminta untuk mengamati serta menebak nama objek pada lembar kerja yang telah disediakan oleh fasilitator guna merangsang daya ingat dan interaksi sosial mereka. 

Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk intervensi stimulasi sensorik untuk membantu lansia mempertahankan kemampuan memori, konsentrasi, serta mengenali objek melalui media gambar buah-buahan. Melalui metode ini, para peserta diajak untuk mengamati gambar dan menuliskan nama objek secara mandiri maupun interaktif, yang diharapkan dapat mengurangi kejenuhan sekaligus melatih kemampuan sosialisasi mereka dalam menghadapi tantangan demensia. 

Kegiatan ini diikuti oleh lansia pada hari Jum’at, 10 April 2026 yang bertempat di UPTD griya wreda, Kota Surabaya. Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan mahasiswa Angkatan 2023 yang terdiri dari Bintang Diatas Sammudra, moh Ali Imron, Titania Arum Dwi Kurniawati dan Aufa Nur Aisyah Kurnianti. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari praktik klinik keperawatan Gerontik. 

Dengan mengangkat tema “Tebak Gambar,” terapi ini bertujuan untuk meningkatkan daya ingat, konsentrasi, serta kemampuan persepsi visual lansia dalam mengenali objek melalui interaksi kelompok yang suportif. Program ini secara langsung mendukung pencapaian SDGs 3: Good Health and Well-Being yang berkontribusi langsung pada peningkatan kesejahteraan emosional dan kesehatan mental lansia, serta SDGs 4: Quality Education yang menjadikan pengetahuan praktis mengenai stimulasi kognitif dan psikososial, sementara para lansia mendapatkan edukasi melalui stimulasi otak yang melatih mereka untuk tetap berfungsi secara optimal.

Melalui kegiatan ini, diharapkan menjadi model intervensi berkelanjutan untuk mendukung pencapaian SDGs Target 3, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan bagi semua usia. Institusi berkomitmen untuk terus melahirkan inovasi yang menjembatani kurikulum akademik dengan kebutuhan kesehatan riil masyarakat. 

Penulis: Titania Arum Dwi Kurniawati

Editor: Nandyta Putri Rahmadhani (Airlangga Nursing Journalist)