Melalui ARUNIKA, Mahasiswa FKP UNAIR Dorong Lansia Terapkan Gaya Hidup Sehat untuk Cegah Asam Urat

NERS NEWS – Mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (FKP UNAIR) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan Project Based Learning (PjBL) bertajuk ARUNIKA (Aktivitas Rutin Lansia untuk Meningkatkan Kenyamanan Sendi melalui Intervensi Keperawatan dan Dukungan Keluarga). Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 21 April 2026 di Aula Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Dukuh Pakis, Surabaya, dengan melibatkan 25 peserta lansia sebagai sasaran utama.

Program ARUNIKA diselenggarakan sebagai bentuk implementasi pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan ilmu keperawatan dengan kebutuhan kesehatan masyarakat. Fokus utama kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan lansia mengenai penyakit gout arthritis (asam urat), mulai dari faktor risiko, tanda dan gejala, pencegahan, hingga penatalaksanaan melalui pendekatan farmakologis maupun nonfarmakologis.

Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan sambutan dari dosen pembimbing, pihak kelurahan, serta ketua pelaksana. Selanjutnya peserta mengikuti pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal sebelum menerima materi edukasi. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif menggunakan media presentasi, leaflet, serta video edukasi sehingga memudahkan peserta memahami informasi yang diberikan.

Tidak hanya memberikan edukasi teori, mahasiswa juga mendemonstrasikan berbagai terapi komplementer yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah sebagai upaya mengurangi keluhan nyeri akibat asam urat. Demonstrasi tersebut meliputi teknik kompres hangat daun kelor, kompres jahe merah, pemanfaatan air rebusan daun salam, serta teknik akupresur pada titik tertentu. Selain itu, peserta juga memperoleh edukasi mengenai pola makan rendah purin melalui prinsip JASBUKET serta penerapan perilaku hidup sehat CERDIK sebagai langkah pencegahan penyakit tidak menular.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan tingginya antusiasme peserta selama sesi diskusi dan tanya jawab. Para lansia tidak hanya aktif mengajukan pertanyaan, tetapi juga berbagi pengalaman mengenai keluhan asam urat yang mereka alami sehingga proses edukasi menjadi lebih komunikatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Efektivitas kegiatan dievaluasi melalui pelaksanaan pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti penyuluhan. Nilai rata-rata peserta meningkat dari 84 pada pre-test menjadi 92 pada post-test, sementara jumlah peserta yang memperoleh nilai sempurna juga meningkat secara signifikan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode edukasi yang memadukan penyampaian materi, demonstrasi, serta media pembelajaran mampu meningkatkan pemahaman lansia mengenai pencegahan dan pengelolaan asam urat.

Keberhasilan kegiatan ARUNIKA juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari dosen pembimbing, perangkat Kelurahan Gunung Sari, kader kesehatan, hingga partisipasi aktif masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan melalui edukasi berbasis komunitas.

Melalui pelaksanaan ARUNIKA, mahasiswa FKP UNAIR tidak hanya memperoleh pengalaman dalam mengimplementasikan ilmu keperawatan secara langsung di masyarakat, tetapi juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan literasi kesehatan dan pencegahan penyakit tidak menular, SDG 4 (Quality Education) melalui pemberian edukasi kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat, SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui penguatan kesehatan masyarakat berbasis komunitas, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga dengan Kelurahan Gunung Sari dan masyarakat setempat.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga terus berkomitmen mencetak perawat profesional yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta mampu menghadirkan solusi kesehatan yang berbasis bukti bagi masyarakat.