
NERS NEWS — Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Kelompok 6 Gelombang 1 melaksanakan kegiatan Pendidikan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) bertema “Kenali Cara Tepat Pertolongan Pertama pada Pasien Pingsan” pada Jumat (24/7/2026) di ruang tunggu Poli IPD Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Universitas Airlangga. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pasien dan keluarga mengenai penyebab pingsan atau sinkop serta langkah pertolongan pertama yang tepat sebelum memperoleh penanganan medis lebih lanjut.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh moderator, dilanjutkan penyampaian materi mengenai definisi pingsan atau sinkop, jenis dan penyebabnya, tanda dan gejala yang perlu diwaspadai, mitos-mitos keliru yang masih berkembang di masyarakat, langkah pertolongan pertama yang benar, hingga kondisi yang mengharuskan korban segera dibawa ke rumah sakit. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui metode ceramah dan diskusi tanya jawab dengan dukungan media edukasi berupa leaflet dan poster sehingga informasi lebih mudah dipahami oleh peserta.
Penyuluhan dilaksanakan oleh sebelas mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga di bawah bimbingan dosen pembimbing akademik dan pembimbing klinik. Sasaran kegiatan adalah pasien dan keluarga pasien yang sedang menunggu pelayanan di Poli IPD RSKI. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, terlihat dari perhatian selama penyampaian materi serta keaktifan dalam sesi diskusi. Salah satu peserta mengajukan pertanyaan mengenai tindakan yang tepat ketika mendapati anggota keluarga pingsan namun belum sadar sepenuhnya. Pertanyaan tersebut dijawab dengan penjelasan bahwa memberikan bau-bauan menyengat atau memaksa korban duduk justru tidak dianjurkan karena berisiko menyebabkan pingsan berulang, sehingga tindakan yang tepat adalah membaringkan korban terlentang, mengangkat kedua tungkai sekitar 20–30 cm, serta memastikan jalan napas tetap terbuka hingga korban benar-benar sadar.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya terkait penanganan pingsan atau sinkop. Edukasi diberikan karena masih banyak masyarakat yang mempercayai mitos keliru, seperti menyiram wajah dengan air, mengoleskan minyak angin secara berlebihan, atau memberikan minuman sebelum korban benar-benar sadar, padahal tindakan tersebut dapat membahayakan kondisi korban. Melalui penyuluhan ini, peserta diharapkan mampu mengenali tanda-tanda awal sebelum pingsan, melakukan pertolongan pertama secara benar, serta mengetahui kapan korban harus segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan. Selain meningkatkan pengetahuan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa Profesi Ners untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, edukasi kesehatan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 3 (Good Health and Well-Being) melalui peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pertolongan pertama dan penanganan kegawatdaruratan sederhana. Selain itu, kegiatan juga mendukung SDG Nomor 4 (Quality Education) melalui pemberian edukasi kesehatan kepada masyarakat sebagai bagian dari pembelajaran sepanjang hayat, serta SDG Nomor 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga dan Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Universitas Airlangga dalam pelaksanaan pendidikan kesehatan.
Melalui kegiatan PKRS ini, diharapkan pasien dan keluarga memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pingsan atau sinkop sehingga mampu melakukan penanganan awal dengan tepat serta mengurangi risiko tindakan yang dapat membahayakan korban. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui edukasi yang aplikatif dan berbasis kebutuhan.
Penulis: Hosea Darmawan





