Peningkatan Perilaku Hidup Bersih pada Pasien Anak melalui Edukasi Cuci Tangan 6 Langkah dengan Sabun di IRNA 4 Ruang Pediatri RS Universitas Airlangga

NERS NEWS – Kegiatan edukasi cuci tangan 6 langkah benar dengan menggunakan sabun dilaksanakan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat pada pasien anak dan keluarga di lingkungan rumah sakit. Edukasi ini dikemas dalam bentuk penyuluhan interaktif menggunakan ppt, poster, dan video animasi yang disertai demonstrasi langsung mengenai teknik cuci tangan yang benar sesuai standar kesehatan. Presentator menjelaskan pentingnya kebersihan tangan sebagai langkah sederhana namun efektif dalam mencegah penularan infeksi, khususnya di ruang perawatan anak yang memiliki risiko tinggi terhadap infeksi. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan media visual agar mudah dipahami oleh anak-anak maupun keluarga. Setelah sesi penjelasan, peserta diajak untuk mengikuti demonstrasi 6 langkah cuci tangan menggunakan sabun, mulai dari menggosok telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, punggung jari, ibu jari, hingga ujung jari dan kuku. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap langkah yang diperagakan. Beberapa anak bahkan mampu mengingat urutan langkah dengan baik dan mempraktikkannya secara mandiri. Respon positif terlihat ketika anak-anak dengan percaya diri maju untuk memperagakan kembali teknik cuci tangan di depan teman-temannya. Untuk meningkatkan partisipasi, kelompok 1 profesi ners juga memberikan biskuit kepada anak-anak yang aktif dan mampu mempraktikkan keenam langkah dengan benar, sehingga suasana edukasi menjadi lebih menyenangkan dan memotivasi.

Kegiatan ini melibatkan  2 orang presentator yang bertugas menyampaikan materi dan memandu praktik, 1 moderator yang mengatur alur kegiatan, 1 petugas dokumentasi yang bertanggung jawab dalam pendokumentasian kegiatan, serta 1 notulensi yang mencatat jalannya acara. Edukasi dilaksanakan di IRNA 4 Ruang Pediatri RS Universitas Airlangga. Sasaran kegiatan adalah pasien anak yang sedang menjalani perawatan serta keluarga pendamping yang turut berperan dalam menjaga kebersihan anak selama masa perawatan. Kegiatan berlangsung dalam suasana kondusif dan komunikatif, dimana peserta dapat berinteraksi langsung dengan tim edukator melalui sesi tanya jawab dan praktik bersama. Anak-anak menunjukkan ketertarikan yang tinggi, terutama saat diberikan kesempatan untuk mencoba langsung langkah-langkah cuci tangan menggunakan sabun dengan bimbingan presentator.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien anak serta keluarga dalam melakukan cuci tangan yang benar guna menurunkan risiko infeksi nosokomial. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan kebiasaan hidup bersih sejak dini pada anak-anak sehingga dapat diterapkan tidak hanya di rumah sakit tetapi juga di lingkungan rumah dan sekolah. Secara lebih luas, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-3 yaitu Good Health and Well-being melalui upaya pencegahan penyakit, serta poin ke-6 yaitu Clean Water and Sanitation melalui promosi praktik kebersihan tangan. Dengan membangun kesadaran sejak dini, diharapkan anak-anak dapat menjadi agen perubahan dalam keluarga untuk menerapkan kebiasaan cuci tangan yang benar.

Clinical Instructor (CI) klinik menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Beliau menyatakan, “Edukasi cuci tangan seperti ini sangat penting terutama di ruang pediatri karena anak-anak merupakan kelompok yang rentan terhadap infeksi. Melalui pendekatan interaktif dan pemberian reward, anak-anak menjadi lebih termotivasi untuk belajar dan mempraktikkan kebiasaan baik. Diharapkan kegiatan ini tidak hanya berdampak selama masa perawatan di rumah sakit, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di rumah.”

Kegiatan edukasi cuci tangan 6 langkah benar dengan menggunakan sabun ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pasien anak dan keluarga tentang pentingnya kebersihan tangan sebagai upaya pencegahan infeksi. Partisipasi aktif anak-anak serta kemampuan mereka dalam mempraktikkan teknik cuci tangan yang benar menunjukkan bahwa edukasi yang dilakukan secara interaktif dan menyenangkan dapat memberikan dampak positif. Pemberian reward juga terbukti mampu meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi anak dalam mengikuti kegiatan. Oleh karena itu, diharapkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari promosi kesehatan di lingkungan rumah sakit.

Penulis: Putri Febrianti Setyaning Arum