
NERS NEWS – Pada hari Kamis, 28 Mei 2026 pukul 09.30 sampai 10.00 WIB, Kelompok 2 A1 Profesi Ners pada Stase Keperawatan Maternitas telah melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan mengenai pentingnya pijat laktasi, perawatan payudara, dan dukungan suami bagi ibu menyusui di Ruang Tunggu Merpati RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Kegiatan ini diikuti oleh keluarga pasien yang sedang berada di ruang tunggu. Penyuluhan dilakukan secara langsung agar peserta lebih mudah memahami materi dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini dibimbing oleh Ibu Aria Aulia Nastiti, S.Kep., Ns., M.Kep selaku pembimbing akademik, serta Ibu Gita Wulan Oktaviani, S.Keb., Bd dan Ibu Lilik Hidayat, S.Keb., Bd selaku pembimbing klinik. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan bahwa pijat laktasi merupakan teknik pijatan lembut pada area payudara yang bertujuan membantu produksi ASI, mencegah sumbatan saluran ASI, meningkatkan volume ASI, serta membuat ibu merasa lebih rileks. Kelompok 2 menyampaikan bahwa pijat laktasi dapat dilakukan sejak trimester III kehamilan maupun setelah melahirkan, baik oleh tenaga kesehatan maupun suami atau keluarga yang sudah mendapatkan pelatihan.
Selain pijat laktasi, peserta juga diberikan edukasi mengenai perawatan payudara pada ibu menyusui. Perawatan payudara penting dilakukan untuk menjaga kebersihan payudara, memperlancar pengeluaran ASI, mencegah pembengkakan payudara, mengurangi risiko puting lecet, serta membantu ibu lebih siap dan percaya diri dalam menyusui bayinya. Kelompok 2 menjelaskan beberapa langkah perawatan payudara, seperti mencuci tangan, mengompres puting dengan kapas yang diberi minyak atau baby oil, melakukan pengurutan payudara, kompres hangat dan dingin secara bergantian, mengeringkan payudara, serta menggunakan bra yang dapat menyokong payudara dengan baik.
Materi penyuluhan juga menekankan pentingnya dukungan suami dalam keberhasilan ibu menyusui. Suami memiliki peran besar dalam memberikan dukungan emosional, informasional, instrumental, dan penghargaan kepada ibu. Dukungan tersebut dapat berupa mendengarkan keluhan ibu, memberi semangat, membantu pekerjaan rumah, mengambilkan makanan atau minuman saat ibu menyusui, ikut merawat bayi, mendampingi ibu saat menyusui, serta membantu meluruskan mitos seputar ASI. Dengan dukungan suami yang baik, ibu dapat merasa lebih tenang, percaya diri, dan termotivasi untuk memberikan ASI eksklusif selama enam bulan.
Suasana penyuluhan berlangsung tertib dan interaktif. Para peserta tampak antusias mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh mahasiswa. Beberapa peserta juga aktif memperhatikan materi dan berdiskusi mengenai masalah yang sering dialami ibu menyusui, seperti ASI belum lancar, payudara terasa penuh, puting lecet, bayi sering menangis, serta pentingnya peran suami dalam mendampingi ibu selama proses menyusui. Melalui kegiatan ini, diharapkan ibu menyusui dan keluarga dapat memahami pentingnya pijat laktasi, perawatan payudara, dan dukungan suami sebagai upaya meningkatkan keberhasilan menyusui serta mendukung kesehatan ibu dan bayi.
Penulis: Jannu Mufida
Editor: Farah Dina Azizatul Aulia (Airlangga Nursing Journalist)





