Penyuluhan Etika Batuk, Bersin, dan Cuci tangan 6 Langkah pada Keluarga Pasien di IRNA 4A Grha Trimed Rumah Sakit Universitas Airlangga

NERS NEWS — Kegiatan edukasi etika batuk, bersin, dan cuci tangan 6 langkah yang benar menggunakan hand sanitizer atau sabun dilaksanakan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan perilaku hidup sehat dan bersih terutama pada keluarga pasien di lingkungan rumah sakit. Edukasi ini dikemas dalam bentuk penyuluhan interaktif menggunakan PowerPoint dan leaflet yang disertai dengan demonstrasi langsung mengenai etika batuk, bersin, serta Teknik cuci tangan yang benar dan sesuai standar Kesehatan. Presentator menjelaskan pentingnya etika batuk, bersin dan 6 langkah cuci tangan sebagai langkah sederhana untuk mencegah penularan infeksi, terutama di ruang rawat inap yang pasiennya mengidap penyakit menular seperti Tuberkulosis (TBC), Varisela (cacar), dan lain sebagainya. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan media visual agar mudah dipahami oleh keluarga pasien.

Setelah sesi penjelasan, peserta diajak untuk melakukan demonstrasi etika batuk dan bersin dengan menutup mulut serta hidung menggunakan tisu atau lengan bagian dalam. Selanjutnya, peserta mempraktikkan enam langkah cuci tangan, yang meliputi menggosok telapak tangan, punggung tangan kanan dan kiri, sela-sela jari, jari-jari yang saling mengunci, ibu jari, serta ujung jari dan kuku. Keluarga pasien tampak antusias mengikuti setiap langkah, dan mampu praktik mandiri terkait etika batuk & bersin, serta urutan langkah cuci tangan dengan benar.

Kegiatan ini melibatkan 2 orang presentator yang bertugas menyampaikan dan membantu praktik, 1 moderator yang mengatur alur kegiatan, serta 1 petugas dokumentasi dan yang bertanggung jawab dalam pendokumentasian kegiatan, serta 1 notulensi yang mencatat jalannya acara. Edukasi dilaksanakan di IRNA 4A Grha Trimed RS Universitas Airlangga. Sasaran kegiatan ini adalah keluarga yang menunggu pasien saat opname di rumah sakit. Kegiatan berlangsung dalam suasana yang kondusif dan komunikatif, di mana peserta dapat berinteraksi langsung dengan tim educator melalu sesi praktik bersama.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran keluarga pasien mengenai pentingnya penerapan etika batuk, bersin, dan cuci tangan yang benar guna mencegah serta mengurangi risiko penularan penyakit. Kebiasaan tersebut diharapkan dapat diterapkan tidak hanya selama berada di rumah sakit, tetapi juga di lingkungan rumah dan di mana pun berada. Secara lebih luas, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-3, yaitu Good Health and Well-Being, melalui edukasi mengenai etika batuk dan bersin sebagai upaya pencegahan penularan penyakit, serta tujuan ke-6, khususnya Target 6.2, yaitu Clean Water and Sanitation, melalui edukasi dan praktik cuci tangan yang benar.

Clinical Instructor (CI) Klinik menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Beliau menyatakan, “Edukasi mengenai etika batuk, bersin, dan cuci tangan merupakan hal yang penting untuk terus disampaikan dan diterapkan oleh setiap individu, mulai dari anak-anak hingga lansia. Hal tersebut penting dilakukan mengingat keluarga pasien merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap risiko penularan penyakit, khususnya selama berada di lingkungan rumah sakit. Diharapkan kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak selama berada di rumah sakit, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan rumah maupun di mana pun berada.”

Kegiatan edukasi etika batuk, bersin, dan 6 langkah cuci tangan dapat meningkatkan kesadaran serta pemahaman keluarga pasien mengenai pentingnya pencegahan penularan penyakit. Partisipasi aktif dalam praktik menunjukkan bahwa edukasi secara interaktif membantu keluarga memahami dan menerapkan teknik yang benar. Oleh karena itu, kegiatan serupa diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari promosi kesehatan di rumah sakit.

Penulis: Puji Tri Purnaningsih