
NERS NEWS — Kegiatan edukasi perawatan ulkus diabetes dilaksanakan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan pengetahuan serta keterampilan pasien dan keluarga dalam merawat luka kaki diabetik di lingkungan rumah. Edukasi ini dikemas dalam bentuk penyuluhan interaktif menggunakan PPT, poster, dan video edukasi yang disertai demonstrasi langsung mengenai cara edukasi perawatan luka yang benar sesuai standar kesehatan.
Presentator menjelaskan pentingnya perawatan kaki pada pasien diabetes sebagai langkah sederhana namun efektif dalam mencegah komplikasi lebih lanjut seperti infeksi hingga amputasi. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan media visual agar mudah dipahami oleh pasien maupun keluarga pendamping. Selain itu, dijelaskan juga mengenai tanda-tanda ulkus diabetes, faktor risiko, serta cara pencegahan yang dapat dilakukan sehari-hari.
Setelah sesi penjelasan, peserta diajak untuk mengikuti demonstrasi perawatan luka sederhana, seperti membersihkan luka, menjaga kebersihan kaki, mengeringkan sela-sela jari, serta penggunaan balutan yang tepat. Peserta tampak antusias mengikuti setiap langkah yang diperagakan. Beberapa peserta bahkan mampu mengingat materi yang diberikan dengan baik secara mandiri.
Respon positif terlihat ketika peserta dengan banyak mengajukan pertanyaan seputar ulkus diabetikus di depan peserta lainnya. Untuk meningkatkan partisipasi, kelompok Profesi Ners juga memberikan apresiasi sederhana kepada peserta yang aktif, sehingga suasana edukasi menjadi lebih interaktif, menyenangkan, dan memotivasi.
Kegiatan ini melibatkan 1 orang presentator yang bertugas menyampaikan materi dan memandu praktik, 1 moderator yang mengatur jalannya kegiatan, 1 petugas dokumentasi, serta 1 notulensi. Edukasi dilaksanakan di ruang perawatan rumah sakit dengan sasaran keluarga pasien yang berisiko mengalami ulkus kaki.
Kegiatan berlangsung dalam suasana kondusif dan komunikatif, dimana peserta dapat berinteraksi langsung dengan tim edukator melalui sesi tanya jawab. Peserta menunjukkan ketertarikan yang tinggi, terutama saat diberikan kesempatan untuk bertanya secara langsung mengenai luka diabetikum.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien serta keluarga dalam melakukan perawatan ulkus diabetes secara mandiri guna mencegah infeksi dan komplikasi lebih lanjut. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan kesadaran pentingnya kontrol gula darah dan perawatan kaki secara rutin.
Secara lebih luas, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-3 yaitu Good Health and Well-being melalui upaya pencegahan komplikasi penyakit kronis. Dengan meningkatkan kesadaran sejak dini, diharapkan pasien dan keluarga mampu menerapkan perawatan yang tepat di rumah.
Pembimbing Akademik menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Beliau menyatakan, “Edukasi perawatan ulkus diabetes sangat penting karena banyak pasien belum memahami cara merawat luka dengan benar. Dengan metode interaktif, pasien menjadi lebih mudah memahami dan termotivasi untuk melakukan perawatan secara mandiri.”
Kegiatan edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pasien dan keluarga tentang pentingnya perawatan kaki diabetik sebagai upaya pencegahan komplikasi. Partisipasi aktif peserta menunjukkan bahwa edukasi yang dilakukan secara interaktif dapat memberikan dampak positif. Oleh karena itu, kegiatan serupa diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari promosi kesehatan di lingkungan rumah sakit.
Penulis: Dina Rahayu
Editor: Nandyta Putri Rahmadhani (Airlangga Nursing Journalist)





