Penyuluhan Pencegahan Konstipasi pada Anak di RSUD Dr. Soetomo Surabaya

NERS NEWS — Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga telah melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan dengan tema Pencegahan Konstipasi pada Anak di ruang Instansi Rawat Jalan (IRJ) Anak RSUD Dr. Soetomo pada Rabu, 20 Mei 2026 pukul 06.30–07.00 WIB. Kegiatan ini ditujukan kepada pasien anak dan keluarga pasien yang berada di ruang tunggu IRJ Anak sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pencegahan konstipasi sejak dini pada anak.

Pelaksanaan penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, serta tanya jawab yang didukung media leaflet sebagai sarana edukasi. Materi yang disampaikan meliputi pengertian konstipasi, tanda dan gejala konstipasi pada anak, penyebab konstipasi, dampak konstipasi, serta langkah-langkah pencegahan konstipasi melalui pola hidup sehat. Edukasi ini penting mengingat konstipasi masih menjadi salah satu masalah kesehatan pencernaan yang sering terjadi pada anak dan dapat memengaruhi kenyamanan, nafsu makan, hingga tumbuh kembang anak apabila tidak ditangani dengan tepat.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang baik dengan aktif mengikuti jalannya penyuluhan dan berpartisipasi dalam sesi diskusi maupun tanya jawab. Beberapa orang tua pasien juga menyampaikan pengalaman terkait anak yang mengalami kesulitan buang air besar dan ingin mengetahui cara penanganan serta pencegahannya di rumah. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan informasi yang tinggi terkait kesehatan pencernaan anak, khususnya mengenai pencegahan konstipasi.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa Profesi Ners Kelompok 6_A2 dengan bimbingan dosen pembimbing akademik dan pembimbing klinik. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai dengan rencana yang telah disusun, dimulai dari pembukaan, penyampaian materi, sesi evaluasi, hingga penutupan. Penyuluhan berlangsung selama 30 menit dengan alur yang sistematis mulai dari pengenalan materi hingga pembagian leaflet sebagai media edukasi lanjutan. Dokumentasi kegiatan juga telah dilakukan sebagai bagian dari pelaporan kegiatan.

Penyuluhan ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya kejadian konstipasi pada anak yang sering dipengaruhi oleh kurangnya konsumsi serat, kurang minum air putih, kebiasaan menahan buang air besar, serta pola makan yang kurang sehat. Melalui edukasi kesehatan ini, diharapkan orang tua mampu memahami tanda dan gejala konstipasi, menerapkan pola makan tinggi serat, membiasakan anak minum air putih yang cukup, meningkatkan aktivitas fisik anak, serta membentuk kebiasaan buang air besar secara teratur.

Kegiatan penyuluhan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3 (Good Health and Well-being) tentang kehidupan sehat dan sejahtera, SDGs 4 (Quality Education) mengenai pendidikan berkualitas melalui edukasi kesehatan, serta SDGs 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara institusi pendidikan dan rumah sakit dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif bagi peserta dan diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk kontribusi institusi pendidikan dalam meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat terhadap kesehatan anak.

Penulis: Jannahtul Choiriah