
NERS NEWS — Suasana hangat dan penuh antusias terlihat di ruang bayi RSUD Dr. Soetomo saat berlangsung kegiatan penyuluhan Perawatan Metode Kanguru (PMK) yang diselenggarakan oleh Kelompok 1 A2 mahasiswa Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga pada Jumat (5/6/2026). Kegiatan ini diikuti oleh keluarga pasien bayi prematur dan bayi berat badan lahir rendah (BBLR) yang sedang menjalani perawatan. Melalui suasana edukasi yang interaktif dan komunikatif, para peserta diajak memahami pentingnya peran orang tua dalam mendukung proses pemulihan dan tumbuh kembang bayi sejak dini.
Materi penyuluhan disampaikan oleh Yulisa Putri dan Elya Arundati yang menjelaskan konsep dasar Perawatan Metode Kanguru, manfaat, serta cara penerapannya secara aman dan nyaman. Kegiatan dipandu oleh moderator Eka Shafira dengan Galuh Julieta sebagai fasilitator dan M. Ferdy Arrosyd sebagai observer. Penyuluhan ini juga dilaksanakan di bawah bimbingan akademik Nuzul Qur’aniati, S.Kep.Ns., M.Ng., Ph.D serta pembimbing klinik Siti Wahyuni, S.Kep., Ns.
Perawatan Metode Kanguru merupakan metode sederhana melalui kontak langsung kulit ke kulit antara bayi dengan ibu atau anggota keluarga lainnya. Metode ini terbukti memberikan banyak manfaat, seperti menjaga kestabilan suhu tubuh bayi, meningkatkan keberhasilan pemberian ASI, membantu mempercepat pemulihan bayi, hingga mempererat ikatan emosional antara bayi dan orang tua. Dalam sesi penyuluhan, peserta diberikan penjelasan mengenai manfaat PMK bagi bayi prematur maupun BBLR serta pentingnya keterlibatan keluarga dalam proses perawatan bayi.
Tidak hanya mendapatkan materi, peserta juga berkesempatan melakukan praktik langsung metode kanguru dengan pendampingan mahasiswa profesi ners. Para orang tua tampak antusias mencoba teknik yang diajarkan dan aktif mengajukan pertanyaan selama kegiatan berlangsung. Salah satu peserta mengaku merasa lebih percaya diri setelah mendapatkan edukasi dan praktik secara langsung mengenai cara menggendong dan merawat bayi dengan metode kanguru.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa profesi ners berharap orang tua dapat lebih memahami bahwa perawatan bayi prematur tidak hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif keluarga dalam proses perawatan sehari-hari. Kegiatan penyuluhan ini menjadi salah satu bentuk edukasi kesehatan yang sederhana namun memiliki dampak besar bagi kualitas hidup bayi prematur dan BBLR. Dengan penerapan PMK yang tepat dan berkelanjutan, diharapkan bayi dapat tumbuh lebih optimal baik selama masa perawatan di rumah sakit maupun setelah kembali ke rumah.
Penulis: Kelompok 1/A2 Pendidikan Profesi Ners B27
Editor : Eva Khoirunnisa Adinta (Airlangga Nursing Journalist)





