Respons Cepat Mahasiswa Profesi Ners dan Warga Bantu Kendalikan Kebakaran di Sukolilo Baru Surabaya

NERS NEWS — Surabaya — Kebakaran terjadi di kawasan Sukolilo Baru Gang 8, Surabaya, pada Jumat, 7 Agustus 2026, sekitar pukul 10.05 WIB. Dalam kejadian tersebut, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Api juga berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas ke bangunan maupun area di sekitar lokasi.

Saat kejadian, kami, Daniel Mesa Rere, Mohammad Ferdy Arrosyd, dan Brilyan Anafi Surya Wiranata, mahasiswa Program Studi Profesi Ners yang sedang menjalani stase Komunitas dan Keluarga di Puskesmas Kenjeran. Kami tengah dalam perjalanan menuju rumah keluarga kelolaan untuk melaksanakan kunjungan rumah.

Ketika melintas di kawasan tersebut, kami melihat kepulan asap hitam pekat yang membubung dari salah satu bangunan. Pada saat yang sama, kami mendengar teriakan warga yang meminta pertolongan karena terjadi kebakaran.

Melihat kondisi tersebut, kami segera menghampiri lokasi dan berupaya membantu warga melakukan penanganan awal. Berdasarkan informasi awal yang kami terima dari warga di sekitar lokasi, kebakaran diduga berkaitan dengan korsleting listrik. Namun, penyebab pasti kebakaran tetap menjadi kewenangan pihak yang berwenang untuk memastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

Kami kemudian berkoordinasi dengan warga untuk mengupayakan pemutusan aliran listrik pada meteran di sekitar lokasi guna mengurangi risiko bahaya listrik dan mencegah kondisi menjadi semakin parah. Langkah tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan kami dan warga di lokasi.

Di tengah situasi tersebut, kami juga segera menghubungi layanan darurat 112 untuk melaporkan kejadian dan meminta bantuan pemadam kebakaran.

Sambil menunggu kedatangan petugas, kami bersama warga melakukan upaya pemadaman awal secara gotong royong. Air dialirkan secara estafet dari warga ke titik kebakaran untuk membantu mengendalikan api agar tidak semakin membesar dan menjalar ke area sekitar.

Kerja sama antara warga dalam melakukan respons awal membantu menjaga api tetap terkendali. Tidak lama kemudian, tim pemadam kebakaran tiba di lokasi dan segera melakukan penanganan lebih lanjut.

Setelah dilakukan pemadaman oleh petugas, api berhasil dipadamkan sepenuhnya. Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut, dan api tidak sampai meluas ke bangunan atau area di sekitarnya.

Bagi kami, kejadian tersebut menjadi pengalaman langsung mengenai pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat ketika menghadapi kondisi darurat di lingkungan masyarakat. Meskipun kami sedang menjalankan kegiatan akademik, kami merasa perlu mengambil peran untuk membantu sesuai dengan kapasitas dan kondisi yang ada di lapangan.

Kami juga melihat bahwa keberhasilan penanganan awal tidak terlepas dari kepedulian dan gotong royong warga sekitar. Kecepatan dalam mengenali kejadian, menghubungi layanan darurat, melakukan koordinasi, serta membantu mengendalikan api sebelum petugas tiba menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran berkembang lebih luas.

Setelah api berhasil dipadamkan dan kondisi dinyatakan aman, situasi di sekitar lokasi berangsur kembali kondusif. Sebagai penutup, kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di lingkungan rumah, terutama dalam penggunaan instalasi dan peralatan listrik maupun gas. Pastikan peralatan listrik digunakan sesuai ketentuan, tidak terjadi penumpukan beban pada satu sumber listrik, serta periksa secara berkala kondisi kabel, stop kontak, regulator, dan selang gas. Langkah sederhana seperti memastikan kompor dan peralatan listrik telah dimatikan setelah digunakan dapat membantu mencegah terjadinya kebakaran dan menjaga keselamatan bersama.

Demikian berita acara ini kami buat berdasarkan kejadian yang kami alami dan saksikan secara langsung di lapangan. Berita acara ini dibuat dengan sebenar-benarnya untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Penulis: Mohammad Ferdy Arrosyd